Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Muhammadiyah Apresiasi Langkah Berani Jokowi Damaikan Rusia-Ukraina

Rabu 29 Jun 2022 23:36 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Dalam foto yang dirilis Istana Kepresidenan Indonesia ini, Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama pertemuan mereka di Kyiv, Ukraina pada Rabu, 29 Juni 2022.

Dalam foto yang dirilis Istana Kepresidenan Indonesia ini, Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama pertemuan mereka di Kyiv, Ukraina pada Rabu, 29 Juni 2022.

Foto: Laily Rachev, Indonesian Presidential Palace
Langkah Presiden dinilai sesuai amanat undang-undang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengapresiasi langkah berani Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina melalui kunjungan kepada kedua pemimpin negara tersebut. Langkah Presiden Jokowi merupakan pelaksanaan dari amanat Pembukaan UUD 1945 agar Indonesia turut serta menciptakan perdamaian dunia

"Kami mengapresiasi langkah berani yang dilakukan Presiden Jokowi untuk perdamaian Rusia-Ukraina," kata Abdul Mu'ti, kepada Antara melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Ia pun mendoakan agar dalam menjalankan misi perdamaian tersebut, Presiden Jokowi beserta rombongan senantiasa diberikan perlindungan serta keselamatan oleh Allah SWT dan upaya damai itu dapat pula tercapai.
 
Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menjelaskan perang di antara Rusia dan Ukraina harus segera dihentikan karena telah menimbulkan banyak korban jiwa, tidak hanya tentara, tetapi juga masyarakat sipil.Bahkan, tambah dia, selain kerusakan infrastruktur, perang Rusia-Ukraina juga berdampak langsung terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
 
"Karena itu, perang harus segera dihentikan," kata Abdul Mu'ti.
 
Berkenaan dengan peran Indonesia dalam konflik antara dua negara itu, menurut Abdul Mu'ti, Indonesia bisa berperan lebih besar sebagai fasilitator dan mediator dialog bagi Rusia dan Ukraina. Peluang berperan besar itu, kata dia, dimiliki oleh Indonesia karena menjalin hubungan yang baik dengan Rusia maupun Ukraina.
 
"Indonesia bisa berperan lebih besar sebagai fasilitator dan mediator dialog, mengingat hubungan baik Indonesia dengan Rusia dan Ukraina," kata dia.
 
Saat ini Presiden Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan terbatas sudah tiba di Kyiv, Ukraina.Dalam foto-foto yang dikirimkan Biro Pers Sekretariat Presiden, saat tiba di Kyiv, Presiden dikawal oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta sejumlah tentara Ukraina yang membawa laras panjang serta mengenakan pin atau lencana kecil berupa bendera Indonesia-Ukraina.
 
Lalu pada pukul 15.00 waktu setempat, Presiden Jokowi disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina.Saat Presiden Jokowi turun dari kendaraan, Zelenskyy tampak sudah menunggu di pintu istana. Kedua pemimpin negara itu lantas saling menyodorkan tangan bersalaman dan menyapa satu sama lain.
 

 
 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA