Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Jokowi Minta Jajarannya Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Senin 20 Jun 2022 19:01 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022). Rapat kabinet paripurna tersebut membahas antisipasi krisis pangan dan energi.

Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022). Rapat kabinet paripurna tersebut membahas antisipasi krisis pangan dan energi.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Jokowi meminta agar harga kebutuhan pokok terkendali di seluruh provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar menjaga berbagai harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau. Dari tinjauannya di beberapa daerah, Jokowi menyebut harga untuk minyak goreng curah kini sudah mulai stabil.

Namun demikian, Jokowi meminta agar harga tersebut terkendali di seluruh provinsi. Menurut dia, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar P dan juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan masih membutuhkan waktu hingga satu bulan agar harga-harga tersebut dapat merata di seluruh daerah.

Baca Juga

“Tapi yang jelas, yang paling penting solusi pendeknya adalah menjaga harga di masyarakat supaya tetap stabil dan terjangkau,” ujar Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Presiden pun menekankan, agar jajarannya secepatnya mengendalikan berbagai harga kebutuhan pokok saat ini sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat bawah. Untuk membantu beban masyarakat, Jokowi berkomitmen pemerintah akan terus memberikan subsidi meskipun beban fiskal saat ini sudah berat.

Subsidi tersebut juga diberikan untuk sektor energi seperti BBM, gas, dan juga listrik. Jokowi juga meminta agar kementerian, lembaga, serta BUMN mampu melakukan efisiensi belanja anggaran sebanyak-banyaknya. Sehingga pemerintah memiliki kelonggaran fiskal.

“Ada subsidi dari Menkeu tanpa ada usaha efisiensi di PLN, di Pertamina. Ini yang dilihat kok enak banget. Mana yang bisa diefisiensikan, mana yang bisa dihemat, kemudian mana kebocoran-kebocoran yang bisa dicegah,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalam sidang kabinet ini Presiden mengarahkan untuk mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan pangan. Ia mengatakan, akan membenahi masalah kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng ini dalam waktu satu bulan.

“Ini kita benahi, saya target paling tidak sebulan, di tempat yang sudah ditunjuk disediakan itu. maka minyak goreng itu insyaallah akan jadi Rp 14 ribu,” jelasnya.

Untuk mempermudah distribusi minyak goreng curah ke berbagai daerah, Zulkifli mengatakan akan membuat kemasan sederhana minyak goreng curah. Ia menjelaskan, naiknya berbagai harga pangan saat ini disebabkan oleh geopolitik dunia, termasuk perang di Rusia dan Ukraina.

Namun demikian, menurutnya, inflasi di Indonesia saat ini merupakan yang paling rendah dibandingkan negara-negara lainnya.

“Pemerintah bekerja keras agar tidak membebani akibat memanasnya suhu politik geopolitik, tetapi tidak bisa dihindari ada yang terdampak,” jelas Zulkufli.

 

photo
Ragam Bansos Kala Harga-Harga Meroket - (infografis republika)
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA