Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Silaturahmi Museum se-Indonesia Hasilkan 7 Cita-Cita Luhur

Senin 06 Jun 2022 23:37 WIB

Red: Bayu Hermawan

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana

Foto: istimewa
Silaturahmi Museum se-Indonesia mendorong terwujudnya UU Permuseuman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Silaturahmi dan pertemuan museum-museum se-Indonesia di Badung, Bali, resmi berakhir. Ketua Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana, mengatakan dari silaturahmi tersebut menghasilkan tujuh cita-cita luhur. 

"Silaturahmi dan pertemuan museum se-Indonesia, menghasilkan Sapta Karsa atau tujuh cita-cita luhur, yakni pertama mendorong terwujudnya UU Permuseuman, kemudian mendorong terbentuknya Badan Permuseuman Indonesia, membentuk lembaga sertifikasi dan akreditasi museum," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/6/2022).

Baca Juga

Putu melanjutkan, selanjutnya adalah mendorong peningkatkan dan pengawalan SDM pengelola museum, mengawal penganggaran yang komprehensif, mengawal kelembagaan museum-museum di Indonesia secara menyeluruh. Terakhir, menggaungkan kembali Gerakan Nasional Cinta Museum.

"Mari kita gunakan momentum ini untuk terus memperjuangkan dan mewujudkan cita cita luhur mulia permuseuman Indonesia, Sapta Karsa Asosiasi Museum Indonesia. Mari kita berharap cita-cita Mulia Permuseuman Indonesia semakin terus diselaraskan dan dimutakhirkan dalam kaitannya dengan penguatan kebudayaan bangsa dan peradaban dunia," ujarnya.

Putu mengatakan, kekayaaan koleksi dari museum di Indonesia dapat mencerminkan sekaligus menginspirasi kekayaan dalam bidang ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan bangsa. 

"Melalui kunjungan ke museum di seluruh Indonesia, kita dapat memaknai pemahaman politik yang berbudaya. Kita bersama berharap bahwa pemimpin harus halmemiliki karakter dan semangat yang tulus penuh pengabdian bagi bangsa dan negara. Paham tentang keindonesiaan kita dengan segala kebhinnekaan dan kemuliaan kearifan lokalnya," katanya.

Menurutnya, pemimpin sejati harus mempunyai jati diri dan mampu memahami jiwa bangsanya yang berlimpah akan seni budaya, kekayaan alam Nusantara dan kehidupan sosial yang penuh toleransi serta kebersamaan dalam satu cinta, tanah air Indonesia. Selalu menjunjung tinggi ekonomi yang berbudaya, dengan semangat ekonomi hijau yang inklusif dan ramah lingkungan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Kita harus mempunyai pemimpin yang memiliki pertahanan keamanan yang berbudaya, yang mampu menggerakkan segala potensi ke-Nusantara-an kita dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Agraris dan memiliki karakter budaya maritim," ujar Putu yang juga merupakan anggota komisi VI DPR RI.

"Mampu berfikir, berbicara dan Berprilaku yang baik dan luhur. Di Bali disebut dengan Tri Kaya Parisuda merupakan tiga prilaku utama yang dapat menjadi inspirasi dan pondasi dalam mewujudkan karakter pemimpin mulia sebagai  penerus kepemimpinan bangsa dimasa yang akan datang," ucapnya menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA