Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Epidemolog Nilai Wabah Cacar Monyet tak akan Menjadi Pandemi Seperti Covid-19

Ahad 29 May 2022 19:38 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani

Cacar monyet atau monkeypox. Ilustrasi

Cacar monyet atau monkeypox. Ilustrasi

Foto: Pixabay
Alasannya karena vaksin cacar monyet saat ini sudah tersedia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus cacar monyet (monkeypox) terus terjadi di berbagai negara dan dikhawatirkan terus meluas kemudian menjadi pandemi. Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo memperkirakan status cacar monyet tidak akan menjadi pandemi karena vaksin untuk penyakit ini sudah ada.

"Kemungkinan cacar monyet jadi pandemi seperti Covid-19 sepertinya tidak. Alasannya karena sudah ada vaksinnya, jadi tak perlu ada penelitian untuk mencari vaksinnya," ujar Windhu, Ahad (29/5/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, sebenarnya cacar monyet sudah lama ada di dunia, yaitu sejak 1970-an di Afrika Tengah dan di Indonesia sudah eradikasi penyakit ini sejak 1980 lalu. Artinya, dia menambahkan, masyarakat Indonesia yang berusia diatas 45 tahun ke atas sudah aman karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi cacar.

Ia menjelaskan, vaksin cacar juga bisa digunakan untuk melawan monkeypox. Kendati demikian, ia menambahkan, masyarakat yang belum mendapatkan vaksin cacar memiliki risiko tertular penyakit ini. 

Ia mengakui, sebenarnya semua penyakit menular berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) atau wabah atau pandemi. 

"Sekarang tergantung kondisi agent penyebab penyakit menular itu, entah virus, bakteri, parasit. Semua itu punya potensi (menjadi pandemi)," katanya.

Namun, dia melanjutkan, karena vaksin cacar sudah tersedia maka kemungkinan cacar monyet jadi pandemi seperti Covid-19 sepertinya mustahil terjadi. Kendati demikian, ia meminta kalau status cacar monyet benar jadi wabah maka semua masyarakat divaksinasi.

Terutama, mereka yang belum divaksin cacar bisa disuntik sekali seumur hidupnya untuk melawan cacar monyet. Selain itu, Windhu meminta pemerintah Indonesia menjaga pintu masuk perbatasan untuk mencegah masuknya penyakit ini.

Kemudian, jika ditemukan kasus suspek cacar monyet langsung dikarantina dan isolasi. Selain itu, Windhu meminta untuk sementara hentikan masuknya hewan masuk terutama primata monyet, binatang pengerat. 

"Sementara jangan impor binatang seperti ini. Hewan-hewan yang lain juga tetap harus dikarantina," ujarnya.

Sebelumnya, monkeypox terus menyebar ke sejumlah negara, baik di Eropa maupun di Amerika. Terbaru, Irlandia dan Meksiko telah mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet. Badan kesehatan Irlandia mengkofirmasi kasus pertama monkeypox pada akhir pekan kemarin. 

"Kasus dugaan terpisah juga sedang diselidiki dan hasil tes sedang ditunggu," kata Eksekutif Layanan Kesehatan (HSE) Irlandia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Ahad (29/5/2022). 

Juga pada Sabtu, pejabat kesehatan di Meksiko mengkonfirmasi kasus cacar monyet pertama yang diketahui di negara itu, pada seorang warga Amerika Serikat (AS) berusia 50 tahun yang dirawat di Mexico City. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA