Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

TNI AL Berkomitmen Tingkatkan Teknologi Hidro-Oseanografi

Rabu 25 May 2022 14:10 WIB

Red: Ilham Tirta

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Foto: Republika/Flori sidebang
70 persen wilayah Indonesia adalah lautan yang belum digambarkan dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono berkomitmen meningkatkan teknologi hidro-oseanografi milik TNI AL untuk pemetaan bawah laut secara baik. Alasannya, wilayah kita 70 persen adalah lautan, dimana bawah laut belum disurvei dan digambarkan dengan baik.

"Sehingga, kami meningkatkan terus teknologi tentang hidro-oseanografi," kata Yudo di sela-sela Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Graha Jalapuspita, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga

Ke depan, lanjut dia, Kotama Pembinaan TNI AL, yakni Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) akan terus didorong untuk memiliki fungsi besar dengan potensi wilayah laut Indonesia yang sangat luas itu. "Dan tentunya, Hidro-oseanografi ke depan juga harus memiliki peran yang sangat besar, baik untuk bidang kemiliteran maupun bidang khususnya perekonomian," kata dia.

Yudo mengaku banyak Kasal dari negara lain ingin menjalin kerja sama dengan TNI AL terkait hidro-oseanografi atau ilmu pengetahuan yang mempelajari proses-proses fisis, dinamis, dan kimiawi di perairan laut. Namun, Yudo masih mempertimbangkan mana saja hal yang bisa dijadikan bahan kerja sama dengan negara lain, karena hidro-oseanografi memiliki esensi kerahasiaan cukup tinggi.

"Tentunya, karena hidro-oseanografi ini juga memiliki kemiliteran dan memiliki kerahasiaan yang tinggi, masih saya pertimbangkan dulu mana yang bisa dikerjasamakan dan mana istilahnya wilayah perekonomian yang bisa dikerjasamakan," jelasnya.

Penerapan hidro-oseanografi di Indonesia sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional, yakni International Hidro-Oseanografi Organisation (IHO). Karena itu, Yudo berharap sumber daya manusia (SDM) STTAL ke depan dapat terus dikembangkan.

"Seperti yang disampaikan Pak Luhut, kalau perlu dikembangkan SDM-nya, ada lulusan S3, jangan hanya S1 dan S2 saja. Karena tadi beliau melihat produk-produk dari para mahasiswa STTAL yang telah merancang teknologi yang bagus dan bisa dikembangkan di dalam negeri," ujarnya.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA