Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Kasus Aktif di 16 Provinsi Naik, Satgas Minta Daerah Lakukan Pencegahan

Kamis 19 May 2022 09:24 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Foto: Satgas Covid-19
Pekan ini jumlahnya lebih banyak dibanding pekan lalu yang sebanyak enam provinsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut terdapat 16 provinsi yang masih menunjukkan kenaikan kasus aktif. Pada pekan ini jumlahnya lebih banyak dibanding pekan lalu yang sebanyak enam provinsi.

Kenaikan terjadi di sebagian provinsi tujuan mudik atau asal pemudik terutama pada tiga provinsi yang menjadi tujuan dan asal pemudik terbesar, yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Timur. Namun, kenaikan yang teramati di provinsi-provinsi tersebut belum merupakan lonjakan kasus yang signifikan.

Baca Juga

Karena itu, Wiku menekankan agar kenaikan kasus ini harus segera ditekan melalui kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. “Upaya ini juga perlu diperkuat dengan kesadaran tinggi untuk dites apabila memiliki riwayat perjalanan jarak jauh, riwayat mengunjungi lokasi keramaian, serta merasa kurang sehat dan bergejala,” tambah Wiku.

Satgas pun meminta kepala daerah dari provinsi-provinsi tersebut agar segera mencegah terjadinya kenaikan kasus yang lebih tinggi lagi. Salah satunya dengan menggencarkan testing, tracing, dan treatment.

Sementara masyarakat juga diminta agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan kesadaran tinggi untuk dites. Terutama dengan riwayat bepergian jarak jauh, mengunjungi tempat keramaian dan kerumunan, serta merasa tidak sehat dan bergejala.

“Tidak lelah saya ingatkan, mari lindungi kelompok rentan di sekitar kita. Seperti para penderita komorbid, anak-anak, orang lanjut usia, hingga mereka yang belum dapat divaksin. Jangan sampai kita tertular dan menjadi sumber penularan, terlebih di tengah potensi adanya orang tanpa gejala. Pastikan jangan bawa virus pulang,” ujar Wiku.

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA