Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Wapres: Air Melimpah Tetapi Banyak yang Belum Penuhi Persyaratan Aman

Rabu 18 May 2022 19:30 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo

Wakil Presiden Maruf Amin.

Wakil Presiden Maruf Amin.

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Capaian akses air minum aman di Indonesia baru sekitar 11 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong terwujudnya akses air minum dan sanitasi yang aman bagi seluruh masyarakat. Wapres mengatakan, meskipun jumlah air minum layak melimpah dan akses sanitasi tersedia, tetapi banyak yang belum memenuhi persyaratan aman.

"Kalau secara umum memang air banyak, sanitasi juga banyak 80 persen tapi yang memenuhi persyaratan yang aman itu belum, juga di seluruh dunia," ujar Wapres saat membuka Sector Minister’s Meeting Sanitation and Water for All tahun 2022 di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga

Wapres mengingatkan, akses air minum dan sanitasi aman menjadi salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu tujuan enam yang harus dicapai pada 2030. Namun, secara global saat ini sekitar dua miliar manusia tidak mempunyai akses yang baik terhadap air minum yang aman dan lebih dari tiga miliar orang tidak mempunyai akses terhadap sanitasi yang aman.

Di Indonesia, lanjut Wapres, akses terhadap air minum layak telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk. Namun, capaian akses air minum aman baru sekitar 11 persen.

"Untuk akses sanitasi saat ini sekitar 80 persen penduduk mempunyai akses sanitasi layak. Sedangkan sanitasi aman hanya dinikmati baru oleh sekitar 7 persen penduduk Indonesia," ujar Wapres.

Ia melanjutkan, padahal sesuai dengan data WHO penyediaan air minum dan sanitasi yang aman menentukan kualitas hidup manusia. Selain itu, kedua kebutuhan pokok ini juga dapat mengurangi indeks penyakit sebesar 0,39 persen dan tanpa sanitasi dan air yang aman, anak-anak juga menjadi rentan terhadap stunting.

Selain itu sanitasi dan air minum yang aman menjadi prasyarat penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan, sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat niscaya terus meningkat.

"Sebaliknya pengelolaan sanitasi yang buruk akan menimbulkan pencemaran lingkungan air dan tanah yang tentu saja akan mempengaruhi keberlanjutan planet yang kita tinggali saat ini," ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA