Sabtu 19 Feb 2022 06:27 WIB

Jokowi: 69 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Lansia dan Belum Vaksinasi

Jokowi dorong agar daerah mempercepat vaksinasi baik dosis kedua maupun dosis ketiga.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, sebanyak 69 persen pasien Covid-19 yang meninggal akibat omicron merupakan kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang belum divaksinasi.
Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, sebanyak 69 persen pasien Covid-19 yang meninggal akibat omicron merupakan kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang belum divaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, sebanyak 69 persen pasien Covid-19 yang meninggal akibat omicron merupakan kelompok lanjut usia (lansia) serta masyarakat yang belum divaksinasi. Karena itu, ia mendorong agar daerah mempercepat vaksinasi baik dosis kedua maupun dosis ketiga.

“Karena dari data terakhir yang saya terima, 69 persen yang meninggal karena Omicron adalah lansia yang pertama, yang kedua yang belum divaksin,” kata Jokowi saat peninjauan vaksinasi Covid-19 secara virtual di 17 provinsi dari Istana Kepresidenan Bogor, dikutip pada Sabtu (19/2/2022).

Baca Juga

Ia menyampaikan, capaian vaksinasi dosis kedua dan juga booster saat ini masih rendah, yakni di bawah 60 persen. Namun, percepatan vaksinasi diminta agar diprioritaskan kepada kelompok lansia.

“Dosis kedua dan dosis ketiga ini saya lihat masih banyak yang masih di bawah 60 persen, masih rendah, dan dan agar didahulukan yang lansia. Penting sekali,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, presiden juga menekankan pentingnya percepatan vaksinasi dan juga disiplin protokol kesehatan untuk mengendalikan penambahan kasus. Berdasarkan data Satgas Covid-19, jumlah kematian harian per Jumat (18/2/2022) mencapai 216 orang. 

Kenaikan jumlah kasus meninggal ini juga seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi positif harian. Jumlah kasus positif harian per Jumat telah mencapai 59.635 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement