Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Hari Ini ,14 Tahun Lalu, Soeharto Wafat, Ini Kenangan Saat Dialog dengan Pelajar

Kamis 27 Jan 2022 08:15 WIB

Red: Teguh Firmansyah

BJ. Habibi sholat berjamaah bersama Presiden Soeharto

BJ. Habibi sholat berjamaah bersama Presiden Soeharto

Foto: dok. sekneg
Tutut Soeharto lewat kicauannya memohon doa agar almarhum diampuni segala kesalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, Tepat 14 tahun lalu, Presiden RI ke-2 Soeharto wafat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selasan. Soeharto wafat pada Hari Minggu, 27 Januari 2008 setelah kondisi kesehatannya menurun.

Putri pertama Soeharto, Tutut Soeharto lewat kicauannya memohon doa agar almarhum diampuni segala kesalahannya.  "Assalaamu Alaikum Wr. Wb. Sahabat, tanggal 27 Januari 2022 ini tepat 14 tahun, Bapak, Presiden Soeharto, wafat. Mohon doanya semoga diampuni kesalahan, diterima amal baiknya, diberi tempat terbaik di sisi-Nya," tulis Tutut melalui akun @TututSoeharto49, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga

Tutut mengunggah cuplikan kenangan temu wicara antara bapak dan para pelajar, pada acara “Perencanaan Gemar Menabung Pelajar Indonesia dan Pekan Tabungan Nasional 1995”.

"Agama bisa memperkuat dari pada pembentukan watak tadi, karena agama menganjurkan perbuatan yang baik," kata Soeharto.

Soeharto lalu bertanya ke salah satu pelajar, "Besok mau jadi apa?" Pelajar itu lalu menjawab,"Saya ingin menjadi manusia yang berguna."

Jawaban itu mendapat tepuk tangan dari peserta dan para pejabat yang hadir.  "Bagus sekali, tidak perlu gelar ya, tapi yang penting adalah menjadi manusia yang bagus befaedah beguna bagi nusa dan bangsa," kata Presiden Soeharto sambil tersenyum.

Soeharto dilengserkan pada 1998 menyusul krisis ekonomi yang menerpa Indonesia. Soeharto dinilai menjalankan kekuasannya dengan melanggengkan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun Soeharto dianggap juga telah memiliki banyak jasa buat Indonesia.

Gubernur DKI Anies Baswedan ketika peringatan 100 tahun kelahiran Soeharto pada 8 Juni 2021 lalu, mengatakan,  Soeharto memiliki ketenangan saat memimpin dalam menghadapi situasi apapun. Selain itu, menurut Anies jasa Soeharto bagi bangsa masih dapat dirasakan hingga sekarang.

"Beliau banyak sekali meninggalkan program-program yang sampai hari ini dirasakan. Di bidang kesehatan, Puskesmas yang dibangun dimana-mana, di bidang pendidikan SD Inpres sampai dengan perguruan tinggi," ujar Anies Baswedan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA