Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Satgas Covid-19: Faskes dan Nakes Lebih Siap karena Pengalaman dengan Delta

Rabu 26 Jan 2022 20:11 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nora Azizah

Satgas Covid-19 pastikan tenaga nakes cukup untuk tangani lonjakan kasus.

Satgas Covid-19 pastikan tenaga nakes cukup untuk tangani lonjakan kasus.

Foto: ap/Tang Rufeng/Xinhua
Satgas Covid-19 pastikan tenaga nakes cukup untuk tangani lonjakan kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Erlina Burhan mengajak agar masyarakat makin waspada mengingat mulai melonjaknya angka harian kasus Covid-19. "Yuk makin waspada. Disiplin dengan protokol kesehatan dan segera booster," ujar Erlina kepada republika.co.id, Rabu (26/1/2022).

Perihal kesiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan menghadap lonjakan kasus, menurut Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu, seharusnya baik faskes maupun nakes sudah lebih siap lantaran pernah punya pengalaman yang lebih parah saat Delta tahun lalu.

Baca Juga

"Bila kasus melonjak tajam dan kebutuhan ruang rawat juga meningkat maka sudah ada skema penambahan tempat tidur, jumlah Nakes sepertinya cukup," tutur Erlina.

Erlina tak memungkiri adanya kekhawatiran kewalahan para nakes bila nanti terjadi peningkatan jumlah kasus yang dirawat. Beruntungnya hingga saat ini sebagian besar kasus Omicron masih yang ringan, sehingga tidak perlu perawatan rumah sakit.

Angka kasus positif Covid-19 yang terjadi di Indoneisa mengalami kenaikan drastis. Pada Selasa (25/1) angka kasus positif berada pada 4.878 kasus dalam sehari. Namun, pada hari ini, Rabu (26/1), angka tersebut melonjak pesat hingga mencapai 7.010 kasus.

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.301.193 kasus. Sementara kasus pasien meninggal bertambah 7 kasus pada hari ini, dan kasus sembuh bertambah 2.582 kasus. Dari penambahan itu, DKI Jakarta menyumbang penambahan tertinggi sebanyak 3.509 kasus.

Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia. Dimana sejak 15 Desember hingga Rabu (26/1) secara kumulatif tercatat 1.766 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia.

Berdasarkan data New All Record Kementerian Kesehatan tanggal 1-22 Januari 2022, jumlah kasus konfirmasi nasional terus meningkat dalam 4 minggu terakhir. Proporsi kasus didominasi transmisi lokal, tidak lagi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Pada 22 Januari 2022 sebanyak 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal. Selanjutnya, data terakhir yang dihimpun Kemenkes menunjukkan kasus konfirmasi di Indonesia sebanyak 1.626 kasus. 20 pasien di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan juga telah mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia pada Sabtu (22/1). Kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi.

Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat. Diketahui ia belum menerima vaksin dan memiliki komorbid. Sementata satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri yang juga memiliki komorbid dan meninggal di RSPI Sulianti Saroso.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA