Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Airlangga: Angka Reproduksi di Wilayah Luar Jawa Bali Masih di Angka 1

Senin 24 Jan 2022 13:59 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka reproduksi Covid-19 wilayah di luar Jawa-Bali masih di angka satu. (Foto: Airlangga Hartarto)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka reproduksi Covid-19 wilayah di luar Jawa-Bali masih di angka satu. (Foto: Airlangga Hartarto)

Foto: Istimewa
Pemerintah tetap menerapkan PPKM di luar Jawa dan Bali di Level 1, 2, dan 3.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka reproduksi Covid-19 wilayah di luar Jawa-Bali masih di angka satu. Angka reproduksi menunjukkan kemampuan penyebaran penyakit atau jumlah rata-rata orang yang bisa ditulari seorang pengidap.

Ia menjelaskan, angka reproduksi di Sumatera tetap di angka 1, Kalimantan 1, Papua juga 1. "Sedangkan Maluku 0,99, Sulawesi 0,99, dan Nusa Tenggara naik sedikit 1,01," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Senin (24/1).

Baca Juga

Airlangga menjelaskan, perkembangan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali juga mengalami kenaikan. Kasus barunya di luar Jawa-Bali yakni sebanyak 82 kasus, terdiri dari lokal transmisi sebanyak 75 kasus dan transmisi luar negeri ada tujuh kasus.

"Kemudian kasus kematian tiga dan kasus aktif hari ini 2.145 atau 11,4 persen dari total kasus di Indonesia," ujar Koordinator PPKM luar Jawa-Bali tersebut.

Namun, dia mengatakan, situasi level PPKM luar Jawa-Bali masih berlanjut hingga 31 Januari mendatang sesuai Inmendagri Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan selama  PPKM tersebut. "Dari evaluasi tentu kita akan melihat kesiapan dan juga terkait dengan testing dan tracing yang tentunya perlu dievaluasi setiap dua minggu," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA