Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Kembali Melonjak, Kasus Covid-19 di RI Bertambah 1.745

Rabu 19 Jan 2022 18:18 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Indira Rezkisari

Pada Rabu (19/1/2022), tercatat 1.745 penambahan kasus Covid-19.

Pada Rabu (19/1/2022), tercatat 1.745 penambahan kasus Covid-19.

Foto: Prayogi/Republika.
Kenaikan kasus Covid-19 hari ini tertinggi di sepanjang Januari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren peningkatan kasus Covid-19 akibat penularan varian B.1.1.529 atau Omicron kembali naik di Indonesia. Pada Rabu (19/1/2022), tercatat 1.745 penambahan kasus Covid-19. Kini total akumulasi Covid-19 di Indonesia sejak 2 Maret 2020 tercatat 4.275.528 kasus.

Untuk kasus sembuh bertambah 504 sehingga totalnya 4.120.540. Sedangkan kasus meninggal bertambah sembilan. Hingga hari ini sudah 144.192 orang sudah meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga

Untuk kasus aktif, pada Rabu (19/1/2022) pukul 12.00 WIB, ada 10.796 pasien atau naik 1.232 dari satu hari sebelumnya. Selain itu suspek Covid di Indonesia ada 5.814 orang, dan spesimen yang diperiksa dalam 24 jam terakhir ada 227.860 sampel di labkes se-Indonesia dalam 24 jam terakhir.

Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus positif Covid-19 melampaui angka 1.000 per hari. Yaitu pada Sabtu (15/1/2022) kasus harian Covid-19 tercatat 1.054 kemudian Selasa (18/1/2022) kemarin tercatat 1.362.

WHO melaporkan varian Omicron lebih mudah menular, namun gejalanya lebih ringan. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pasien yang terinfeksi varian ini umumnya dapat pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali Luhut B Panjaitan mengingatkan, masyarakat untuk berhati-hati terhadap varian Omicron. "Kita harus tetap hati-hati dengan Omnicron yang sudah terdeteksi ada di Indonesia sejak 8 Desember tahun lalu," kata Luhut saat peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Jambi, Rabu (19/1/2022).

Menurut Luhut yang juga Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, diperkirakan puncak penularan Omicron terjadi pada pekan kedua atau pekan ketiga Februari. Namun, kata Luhut, diharapkan penularan varian ini tidak terlalu tinggi.

Pengendalian Omicron, kata Luhut, tergantung pada kekompakan. "Tergantung kita semua. Kita harus ikuti apa kata para ahli. Kita harus kompak. Pemerintah harus kompak. Rakyat harus kompak dan mau bekerja sama. Tidak perlu saling menyalahkan," katanya.

Luhut juga mengingatkan semua pihak untuk kompak menjaga protokol kesehatan, melakukan vaksinasi lengkap, serta vaksinasi penguat untuk mengendalikan Omicron.

Menurut Luhut, kekompakan terbukti membuat Indonesia sukses mengendalikan Covid-19. "Kita ini dikenal sebagai negara yang mampu mengendalikan Covid-19 dengan menyeimbangkan gas dan rem," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA