Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Reisa: Lebih dari 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Disuntikkan

Rabu 19 Jan 2022 14:14 WIB

Rep: dessy suciati saputri/ Red: Hiru Muhammad

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga (booster) kepada anggota kepolisian di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/1/2022). Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melakukan vaksinasi COVID-19 booster kepada anggota-anggota polisi serta ASN di lingkungannya untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus COVID-19.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga (booster) kepada anggota kepolisian di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/1/2022). Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melakukan vaksinasi COVID-19 booster kepada anggota-anggota polisi serta ASN di lingkungannya untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus COVID-19.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Vaksinasi terbukti efektif memberikan perlindungan dari semua varian Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyampaikan, jumlah dosis vaksinasi yang telah disuntikkan kepada masyarakat kini telah melampaui 300 juta dosis per 18 Januari 2022. Reisa mengajak seluruh masyarakat untuk segera mendapatkan suntikan vaksinasi apapun jenisnya untuk melindungi dari infeksi virus Covid-19.

“Alhamdulillah bahwa jumlah dosis vaksinasi yang sudah disuntikan kepada masyarakat Indonesia per 18 Januari kemarin telah berhasil melampaui 300 juta dosis. Tentunya ini juga berkat kerja sama bapak ibu saudara semua,” ujar Reisa saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/1).

Baca Juga

Ia melanjutkan, vaksinasi terbukti efektif memberikan perlindungan dari semua varian Covid-19. Karena itu, ia meminta masyarakat agar tak perlu memilih merek vaksin yang akan digunakan.

“Pastikan kita dan orang sekitar mendapatkan dosis vaksinasi lengkap. Mari kita bantu mereka untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” ungkap Reisa.

Lebih lanjut, Reisa juga mendorong masyarakat yang sudah 6 bulan menerima vaksin dosis kedua untuk mendapatkan vaksin booster atau dosis ketiga. Dari hasil studi menyebutkan terjadi penurunan antibody 6 bulan setelah dosis primer atau dosis lengkap diberikan. Karena itu, vaksin booster ini dibutuhkan untuk meningkatkan perlindungan, terutama pada kelompok masyarakat rentan.

“ITAGI, berdasarkan kajian melalui surat ITAGI No SR/2/2022 mengenai kajian vaksin Covid-19 dosis lanjutan, menganjurkan pemberian booster ini untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun,” jelas Reisa.

Vaksinasi booster ini hanya akan diberikan bagi warga yang berusia di atas 18 tahun dan diutamakan bagi lansia dan yang memiliki penyakit imunokompromais. Serta diberikan pada wilayah yang sudah melampaui 70 persen target sasaran vaksinasi.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA