Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Erupsi Semeru, Sebagian BTS Operator Seluler Down

Senin 06 Dec 2021 17:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Erupsi Semeru, Sebagian BTS Operator Seluler Down. Sejumlah pekerja menggali lubang untuk pemasangan tiang listrik baru sebagai upaya pemulihan jaringan listrik yang padam di Pronojiwo, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). PT PLN (Persero) berupaya memulihkan 79 gardu listrik yang padam akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.

Erupsi Semeru, Sebagian BTS Operator Seluler Down. Sejumlah pekerja menggali lubang untuk pemasangan tiang listrik baru sebagai upaya pemulihan jaringan listrik yang padam di Pronojiwo, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). PT PLN (Persero) berupaya memulihkan 79 gardu listrik yang padam akibat terdampak erupsi Gunung Semeru.

Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Para operator seluler tengah mencari backup jaringan yang tersedia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) telah mengakibatkan aliran listrik padam di beberapa lokasi sehingga sebagian Base Transceiver Station (BTS) operator seluler tidak dapat digunakan (down).

Selain itu, erupsi yang terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu juga menyebabkan keruntuhan beberapa jembatan sehingga memutus kabel jaringan telekomunikasi/ backbone beberapa operator seluler. "Sampai 6 Desember 2021 pukul 10.30 WIB, beberapa operator telekomunikasi mengalami kendala jaringan akibat tidak beroperasinya beberapa situs BTS," ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/12).

Baca Juga

Adapun BTS yang mengalami kendala meliputi Indosat sebanyak delapan situs BTS, XL Axiata sebanyak empat situs BTS, dan Smartfren sebanyak tujuh situs BTS. Sebelumnya, sebanyak 10 situs BTS milik Telkomsel juga sempat mengalami offline, tetapi saat ini telah kembali beroperasi.

Adapun sejumlah operator seluler yang sampai saat ini masih mengalami kendala jaringan akibat putusnya backbone meliputi XL Axiata untuk jalur yang menghubungkan hut (pelindung kabel) Pasirian dan hut Pagedangan, serta Biznet untuk jalur backbone sisi selatan Malang sampai dengan Lumajang. Sebelumnya, sebanyak dua ruas kabel Telkom juga terputus, namun telah dilakukan pengalihan (rerouting) ke ruas lainnya sehingga layanan secara umum telah kembali normal per 5 Desember 2021.

Selain itu, jaringan backup backbone milik operator Fiberstar juga terdampak, namun kini telah dimitigasi dengan menggunakan link Huawei Malang-Surabaya. Dedy mengatakan saat ini sedang dilakukan tindakan mitigasi berupa penyiapan genset untuk menghidupkan kembali BTS yang mati.

Sementara untuk jalur backbone yang putus, para operator seluler tengah mencari backup jaringan yang tersedia dan jalur alternatif lainnya yang terdekat dengan jalur existing sebagai penyalur jaringan komunikasi lainnya. "Kementerian Kominfo akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk segera melakukan pemulihan terhadap situs seluler yang masih belum beroperasi dan rerouting backbone yang terputus sehingga layanan telekomunikasi dapat digunakan kembali secara normal oleh masyarakat sekitar," kata Dedy.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA