Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Jokowi: Saya Ingatkan, Pandemi Covid Belum Berakhir

Selasa 26 Oct 2021 13:19 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Bayu Hermawan

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Foto: ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres
Presiden Jokowi mengatakan tren penurunan kasus harus disikapi dengan hati-hati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pemerintah perlu menyikapi tren penurunan kasus Covid-19 saat ini dengan hati-hati. Saat ini, perkembangan kasus di Indonesia menunjukan terjadinya perbaikan yang terlihat pada sejumlah indikator.

Seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR, positivity rate, hingga laju reproduksi efektif (Rt) yang telah berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Artinya, (kita) pada posisi yang baik, pada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia secara virtual seperti dikutip dari siaran resmi Istana, Selasa (26/10).

Baca Juga

Jokowi mengatakan, perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan pada saat puncak kasus yang sempat mencapai 56 ribu kasus. Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni pada 22 Oktober tercatat sebanyak 760 kasus, pada 23 Oktober sebanyak 802 kasus, pada 24 Oktober sebanyak 623 kasus, dan pada 25 Oktober sebanyak 460 kasus.

Namun, ia mengingatkan tren kasus positif di dunia pada minggu ini justru mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Seperti di Eropa yang pada minggu ini naik hingga 23 persen dan di Amerika Selatan naik 13 persen.

"Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia," katanya.

Menurut Jokowi, kenaikan kasus di sejumlah negara tersebut disebabkan oleh tiga hal. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan. Kedua, tak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti kebijakan lepas masker di sejumlah negara. Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Hati-hati juga mengenai sekolah, yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar kita semuanya hati-hati," lanjutnya.

Jokowi pun menegaskan, protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat terutama di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir. Selain itu, ia juga meminta kepala daerah dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turut mengingatkan pihak sekolah dalam mencegah terjadinya penularan kasus.

"Kita juga perlu pengawasan lapangan. Manajemen pengawasan lapangan ini sangat diperlukan sehingga kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di sini," katanya.

Meskipun begitu, ia berharap pembelajaran tatap muka di sekolah tetap terus didorong seiring dengan percepatan vaksinasi terhadap anak-anak.

"Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong, tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita, murid-murid kita juga dipercepat. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita," ujarnya.

Baca juga : Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada Gelombang Ketiga

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA