Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Bakal Gelar WSBK, Pemerintah Dorong Percepatan Vaksin di NTB

Sabtu 16 Oct 2021 18:51 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Bayu Hermawan

Sirkuit Mandalika di NTB.

Sirkuit Mandalika di NTB.

Foto: Republika/Citra Listyarini
Pemerintah dorong percepatan vaksin di NTB untuk dukung even World Super Bike

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mendorong percepatan vaksinasi di wilayah NTB. Hal tersebut untuk mendukung perhelatan World Super Bike (WSBK) yang akan digelar pada 19-21 November 2021 di Mandalika International Street Circuit.

Provinsi NTB saat ini berada pada Level Asesmen 1, di mana Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah masih pada Level Asesmen 2. "Diharapkan seluruh wilayah NTB dapat mencapai target vaksinasi dosis satu minimal 70 persen dan dosis kedua minimal 50 persen," kata Airlangga, dikutip Sabtu (16/10).  

Baca Juga

Per 15 Oktober 2021, capaian vaksinasi Provinsi NTB telah mencapai 47,11 persen untuk dosis pertama dan 16,13 persen untuk dosis kedua. Kabupaten Lombok Tengah, yang merupakan tuan rumah acara WSBK Mandalika, telah mencapai 66,04 persen dosis pertama dan 13,70 persen untuk dosis kedua.

Pemerintah Pusat terus mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) agar berkomitmen mencapai target vaksinasi sebelum perhelatan dimulai. Salah satunya dengan mempercepat distribusi vaksin dari provinsi ke seluruh kabupaten di NTB. Selain itu, Pemda juga didorong agar melakukan percepatan pencatatan vaksinasi di P-care untuk integrasi data.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga memiliki komitmen mempercepat vaksinasi dengan membentuk 143 tim dengan formasi 1 dokter, 4 paramedis, 2 petugas registrasi yang akan disebar pada 139 desa se-Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, juga menentukan sasaran berbasis desa dan kecamatan yang dimobilisasi oleh Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Camat, Danramil dan Kapolsek.

Per 14 Oktober 2021, Provinsi NTB tercatat memiliki kasus terkonfirmasi sebesar 27.559 kasus dengan 95,92 persen kasus sembuh. Dengan adanya percepatan vaksinasi, Airlangga memgatakan, akan tercipta herd immunity serta tidak menciptakan klaster baru selama pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan WSBK.

Menurut Airlangga, percepatan pemenuhan vaksin di Kabupaten Lombok Tengah merupakan kunci utama dalam menyukseskan event berskala internasional ini. Acara ini diharapkan memberikan efek berlapis bagi ekonomi masyarakat Lombok Tengah dan sekitarnya.

"Gelaran (WSBK) ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok," pungkasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA