Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Kemenkes Siap Bentuk Satgas Oksigen di Luar Jawa

Senin 02 Aug 2021 19:24 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Stok oksigen sulit didapatkan. Ilustrasi. Kemenkes bersiap untuk membentuk Satgas Oksigen untuk wilayah luar Jawa.

Stok oksigen sulit didapatkan. Ilustrasi. Kemenkes bersiap untuk membentuk Satgas Oksigen untuk wilayah luar Jawa.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kemenkes siap bentuk satgas oksigen, terutama di daerah yang menerapkan PPKM level 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air membuat banyak pasien yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan oksigen medis. Kelangkaan oksigen membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersiap membentuk satuan tugas (satgas) oksigen di luar Jawa, terutama daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

"Kemenkes siap bentuk satgas oksigen, terutama di daerah yang menerapkan PPKM level 4," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi virtual Kemenkes, Senin (2/8).

Sebab, dia menambahkan, oksigen merupakan barang yang tidak diproduksi merata dan distribusinya susah karena sifatnya eksklusif. Ia menambahkan, jika berkaca dari pengalaman Kemenkes yang membentuk Satgas di Jawa dan Bali yang diisi oleh orang pemerintah daerah (pemda), rumah sakit, TNI, polri, dan juga produsen oksigen daerah tersebut kemudian hasilnya manajemen oksigennya bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan hal yang sama di luar Jawa.

Baca Juga

"Untuk daerah luar Jawa dibentuk satgas oksigen yang masuk daerah PPKM level 4 ," ujarnya.

Selanjutnya, dia menambahkan, Kemenkes mengidentifikasi dengan meminta seluruh rumah sakit di daerah PPKM Level 4 untuk mengisi data secara dalam jaringan (daring) sehingga Kemenkes tahu status oksigen di fasilitas kesehatan tersebut.

"Mana yang bertahan 12 jam lagi, mana yang 24 jam lagi bertahan, mana 36 jam lagi. Semua bisa kami lihat sehingga bisa melakukan intervensi atau bantuan bila memang dibutuhkan," ujarnya.

Ia menambahkan, Kemenkes tidak mengirim oksigen melainkan oksigen konsentrator. Ia menjelaskan oksigen kontsentrator seperti pabrik oksigen kecil yang bisa dipasang di sebelah tempat tidur, yang penting ada daya listriknya. Kemudian, dia melanjutkan, alat ini melalukan purifikasi sehingga kadar oksigen naik di atas 93 persen yang masuk kategori oksigen medis dan akhirnya bisa digunakan.

"Kami bagi tiga ribu oksigen konsentrator ke provinsi-provinsi. Nanti akan mendatangkan lagi 10 ribu yang segera dibagikan ke provinsi yang membutuhkan oksigen," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA