Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Distribusi Vaksin Covid-19 di Daerah Diminta Dipercepat

Jumat 30 Jul 2021 01:50 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Nora Azizah

Distribusi vaksin diminta dipercepat, khususnya di luar Jawa dan Bali.

Distribusi vaksin diminta dipercepat, khususnya di luar Jawa dan Bali.

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Distribusi vaksin diminta dipercepat, khususnya di luar Jawa dan Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk mempercepat distribusi vaksin Covid-19. Khususnya, daerah dan pedalaman yang berada di luar Pulau Jawa dan Bali.

"Ini harus menjadi atensi bagaimana agar distribusi vaksin ke daerah bisa lebih dipercepat lagi sehingga semua masyarakat bisa divaksin," ujar Muhaimin lewat keterangan tertulisnya, Kamis (29/7).

Pemerintah, kata Muhaimin, berdasarkan konstitusi wajib melindungi seluruh rakyat Indonesia, dalam hal ini melindungi dari Covid-19. Ia menekankan, agar vaksin segera didistribusikan wilayah-wilayah yang belum tersentuh vaksinasi.

"Vaksinasi terus dimasifkan dan dipercepat pengirimannya ke daerah dengan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Termasuk yang di kampung-kampung karena kasus Covid-19 juga cukup banyak terjadi di kampung-kampung," ujar Muhaimin.

Di samping itu, ia meminta tak adanya proses berbelit bagi masyarakat untuk memperoleh vaksinasi. Pasalnya, ada masyarakat adat, kelompok disabilitas, anak-anak di panti asuhan, lansia, dan tunawisma yang tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK).

"Jika ada kasus-kasus seperti itu jangan lantas masyarakat tidak bisa mendapatkan hak untuk sehat, hak untuk terlindungi dari potensi tertular dan bahkan menjadi korban Covid-19,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Diketahui, pemerintah meningkatkan jumlah target minimal masyarakat Indonesia yang harus divaksinasi dari semula 181,5 juta mejadi 208,2 juta orang. Penambahan ini disebabkan adanya perluasan cakupan vaksinasi yakni kelompok usia 12-17 tahun dan ibu hamil.

"Pemerintah telah memutuskan bahwa jumlah minimal masyarakat yang akan divaksinasi naik dari target semula sebanyak 181,5 juta orang menjadi 208.265.720, angka ini termasuk anak dan remaja berusia 12-17 tahun," ujar Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA