Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Gelar Rapat Pleno, MKD Belum akan Panggil Azis Syamsuddin 

Senin 17 May 2021 17:12 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi

Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi

Foto: dok
MKD kembali menerima laporan dugaan pelanggaraan etik terhadap Azis Syamsuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI direncanakan akan menggelar rapat pleno terkait laporan yang masuk terhadap Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin besok, Selasa (18/5). Namun, Ketua MKD DPR Aboe Bakar Alhabsyi menegaskan, dalam rapat pleno besok, MKD belum akan panggil Azis Syamsuddin.

"Belum (akan panggil Azis) ini masih panjang waktunya," kata Aboe kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/5). 

Menurutnya, MKD tidak bisa disamakan dengan lembaga hukum lain. Dia menambahkan, MKD memproses setiap laporan secara bertahap. Aboe juga mengiyakan bahwa pihaknya menunggu proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ya, itu bagian daripada salah satu cara kerja MKD. Sebab kita kan intinya adalah mengklarifikasi, memberikan punishment dan reward kita kepada anggota yang perlu kita perhatikan, paling tidak punishmentnya yang menyangkut etik, itu saja," terangnya.

Sebelumnya Aboe mengungkapkan, bahwa pihaknya kembali menerima laporan dugaan pelanggaraan etik terhadap Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin. Total kini MKD DPR telah menerima lima laporan. 

"Laporan masuk ini sekarang sudan menambah, sudah sampai lima. Ini pastinya di staf ahli juga sudah melakukan, mengklarifikasi lembaga-lembaga yang memberikan pengaduan," ucapnya.

Dirinya mengaku, tidak hafal siapa saja kelima lembaga yang menyampaikan pengaduannya ke MKD. MKD akan mengecek kebenaran laporan yang masuk pada rapat pleno besok. Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, butuh waktu 14 hari untuk mengecek setiap laporan yang masuk.

"Kita akan cek kebenarannya, lembaganya, siapanya, bagaimana data-data semua yang clear kita follow up, yang nggak kita buang. Lima itu namanya saya nggak hafal semua, esok kita bahas," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA