Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Peduli UMKM Terdampak Pandemi

Sabtu 17 Apr 2021 02:41 WIB

Red: Budi Raharjo

Yili Group dan PT Green Asia Food Indonesia (GAFI) menyerahkan bantuan sepeda serbaguna ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Yili Group dan PT Green Asia Food Indonesia (GAFI) menyerahkan bantuan sepeda serbaguna ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Foto: .
Pemulihan ekonomi khususnya pada UMKM membutuhkan dukungan semua pihak

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Yili Group dan PT Green Asia Food Indonesia (GAFI) menyerahkan bantuan sepeda serbaguna ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sepeda sebanyak 10 unit itu diharapkan dapat membantu masyarakat yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Menurut Yu Miao, perwakilan management GAFI, ini merupakan donasi kedua yang dilakukan Yili Group bersama GAFI untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, pada November 2020 Yili Group juga telah memberikan sepeda serbaguna sebanyak 20 unit. “Hari ini kami kembali memberikan sepeda serbaguna demi mendukung pertumbuhan UMKM di tengah pandemi Covid 19,” ujarnya. 

Sepeda didesain khusus oleh tim Yili dan dibuat di bengkel sepeda di daerah Bekasi. Nantinya, sepeda tersebut mampu mengangkut aneka barang dagangan untuk dibawa keliling oleh pelaku UMKM. “Sehingga perekonomian mereka yang tadinya terpuruk diharapkan dapat terangkat sedikit demi sedikit,” kata Yu Miao.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengucapkan terima kasih atas bantuan sepeda serbaguna ini. Menurutnya, pemulihan ekonomi khususnya pada UMKM membutuhkan dukungan semua pihak.

“Tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga semua pihak termasuk industri. Dengan bergandengan tangan, saya optimistis UMKM di Jawa Barat akan cepat bangkit di tengah pandemi,” jelasnya.

Sepeda langsung diserahkan oleh Kusmana kepada pelaku UMKM di Bandung. Salah satu penerima sepeda serbaguna, Dian Herlina, pedagang kue basah dari Cikutra mengaku senang atas bantuan tersebut.

Perempuan yang sudah berjualan kue basah sejak 2012 ini, sebelumnya selalu diantar oleh suami menggunakan sepeda motor berkeliling kampung untuk menjajakan kue basah. “Jika suami saya sedang bekerja dan motornya dipakai, otomatis saya berjalan kaki keliling kampung untuk jualan kue basah, dan ini cukup memakan waktu dan tenaga,” katanya.

Dengan bantuan sepeda ini, Dian bersyukur bisa keliling kampung lebih cepat. “Dan saya pun tetap bisa berjualan walaupun suami sedang bekerja. Malah saya bisa jualan sampai ke kampung-kampung sebelah,” ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA