Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

3T dan 5M Kurang Optimal, Target Bebas Covid Sulit Terwujud

Rabu 03 Mar 2021 07:41 WIB

Rep: wahyu suryana/ Red: Hiru Muhammad

Seorang tokoh agama menjalani tahap verifikasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19 di Balai Kota Bandung, Kota Bandung, Selasa (2/3). Sedikitnya 350 pejabat dan petugas publik yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama dan tenaga pengajar menerima vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika

Seorang tokoh agama menjalani tahap verifikasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19 di Balai Kota Bandung, Kota Bandung, Selasa (2/3). Sedikitnya 350 pejabat dan petugas publik yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama dan tenaga pengajar menerima vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama pada pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Setidaknya 180 juta orang perlu divaksin untuk membentuk herd immunity

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN--Epidemolog UGM, dr Bayu Satria Wiratama menilai, target pandemi Covid-19 bisa terkendali di Tanah Air pada 17 Agustus 2021 sulit terealisasi. Terdapat sejumlah alasan yang menjadikan Indonesia sulit untuk dapat terbebas dari virus SARS CoV-2.

Salah satunya gerakan 3T testing, tracing dan treatment kurang optimal. Demikian pula gerakan 5M masyarakat mulai memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi yang masih belum ketat."Targetnya tidak realistis, dilihat dari upaya 5M dan 3T di Indonesia juga masih kurang bagus," kata Bayu, Selasa (2/4).

Ia menuturkan, cuma beberapa daerah yang menunjukkan penanganan terhadap covid berjalan baik. Wabah lebih terkendali di daerah-daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur dan Sumatra Barat, tapi masih banyak daerah butuh evaluasi penanganan wabah.

Selain itu, dari sisi vaksinasi Indonesia masih jauh untuk dapat membantu membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity dan mengeliminasi Covid-19 di Indonesia. Bayu mengingatkan, herd immunity baru bisa terbentuk setelah mendapatkan vaksinasi.

Untuk itu, setidaknya diperlukan sekitar 180 juta orang diberikan vaksin dan ini baru bisa tercapai pada akhir 2021 atau bahkan 2022. Apalagi, ia menekankan, vaksinasi di Indonesia masih menemui banyak kendala mulai dari supply, distribusi sampai prioritas."Agar Covid-19 di Tanah Air dapat lebih terkendali, penting untuk memperketat aksi 5M. Kemudian, lebih meningkatkan kembali gerakan 3T dan mempercepat proses vaksinasi," ujar Bayu. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA