Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

KNKT Temukan Petunjuk untuk Lanjutkan Investigasi Sriwijaya

Selasa 19 Jan 2021 11:38 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memindahkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-18 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Selasa (12/1).

Tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memindahkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-18 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Selasa (12/1).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Sebanyak 370 parameter berhasil diunduh dari FDR Sriwijaya Air SJ182.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan petunjuk investigasi dari flight data recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC. Saat ini KNKT sudah berhasil mengunduh data FDR dari pesawat yang jatuh pada 9 Januari 2021 dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.

"Dari data yang diperoleh, kami mendapatkan beberapa petunjuk untuk didalami lebih lanjut," kata Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo di Jakarta, Selasa (19/1).

Nurcahyo menjelaskan, data tersebut diperlukan dalam melakukan investigasi kecelakaan pesawat tersebut. Meskipun begitu, Nurcahyo mengatakan belum bisa mempublikasikan data dari FDR pesawat tersebut.

Baca Juga

"Data ini masih kami dalami lagi dan sampai saat ini belum bisa membagi atau mempublikasikan apa data dari FDR tersebut," jelas Nurcahyo.

Sebelumnya, Nurcahyo menjelaskan data yang sudah berhasil diunduh dari FDR tersebut totalnya sebanyak 370 parameter. Durasi data penerbangan yang didapatkan sebanyak 27 jam.

"27 jam ini atau 18 penerbangan termasuk penerbangan yang mengalami kecelakaan," tutur Nurcahyo. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA