Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Benarkah Vaksinasi Presiden Gagal? Ini Kata IDI

Ahad 17 Jan 2021 16:47 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin COVID-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin COVID-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia.

Foto: ANTARA/Setpres-Agus Suparto
IDI mengatakan penyuntikan vaksin tidak harus tegak lurus dan sudah masuk otot.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beredar pesan di media sosial bahwa vaksinasi Presiden Joko Widodo gagal dan harus diulang. Tulisan itu menyatakan injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot) sehingga penyuntikkannya harus dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat). 

Namun, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban mengatakan pendapat tersebut tidak benar. “Menyuntik itu tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular," kata Zubairi saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (17/1).

"Secara teoritis memang logikanya dalam urutannya kulit, sub kutan di bawah kulit, lalu masuk ke otot. Kata orang yang komentar jika posisinya miring tidak masuk ke otot, tapi ternyata tidak seperti itu,” kata dia.

Baca Juga

Menurut dia, ada penelitian yang membantah terkait injeksi intramuskular. Penelitian berjudul "Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat" ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma dan diterbitkan di National Library of Medicine pada edisi Januari-Februari 2000.

Dilansir dalam laman National Library of Medicine, penelitian itu menyatakan, buku teks yang menjelaskan persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular tidak realistis. Trigonometri menunjukkan suntikan yang diberikan pada 72 derajat mencapai 95 persen dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90. 

Terkait hubungan antara sudut jarum dan kedalaman jarum ini, menurut penelitian ini, penelitian sebelumnya tentang kinematika gerakan tangan selama injeksi intramuskular dan pertimbangan praktis lainnya mendukung proposal untuk standar baru penyuntikan yang lebih santai: injeksi intramuskular diberikan pada sudut nyaman antara 72 derajat dan 90 derajat.

“Tulisan ini membantah kalau tegak lurus relatif tidak realistik. Intinya, sudah benar yang dilakukan saat vaksinasi Pak Jokowi. Jadi, tidak harus tegak lurus dan sudah masuk otot,” ujar dia.

Pada pesan yang beredar di Whatsapp, tertulis nama dr. Taufiq Muhibbuddin Waly Sp.PD. Dalam pesan tersebut, vaksin yang diterima Presiden Joko Widodo tidak menembus otot sehingga tidak masuk ke dalam darah. “Suntikan vaksin yang dilakukan pada anda hanyalah sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (sub kutan). Itu berarti vaksin tidak masuk ke darah,” tulis Taufiq dalam pesan tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA