Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Wamendes PDTT Ingin Akselerasi Aliran Listrik Desa di Timur

Selasa 01 Dec 2020 18:03 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi ingin akselerasi aliran listrik di desa-desa di Indonesia Timur.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi ingin akselerasi aliran listrik di desa-desa di Indonesia Timur.

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Solar home system bisa menjadi solusi bagi desa-desa di bagian Indonesia timur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menerima audiensi PT Shcneider Electric Indonesia di ruang kerjanya, Jakarta, pada Selasa (1/12). Dalam pertemuan tersebut, Wamendes PDTT banyak membahas pembangunan listrik di desa khususnya kawasan timur Indonesia.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak membicarakan perihal pemasangan solar home system di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan desa-desa yang masih belum teraliri listrik di Indonesia.

Preident Directur Shcneider, Xavier Genoulli, mengatakan dengan menggunakan solar home system, distribusi listrik bisa lebih efektif dan efisien. Selain itu, Shcneider juga terdapat peralatan, perangkat lunak dan layanan yang dapat digunakan remote kontrol dari jarak jauh.

“Orang-orang dapat memanfaatkan energi semaksimal mungkin, lebih efektif dan efisien, lebih aman,” jelasnya dalam keterangan pers Kemendes PDTT kepada wartawan.

Mendengar hal itu, Wamendes PDTT Budi Arie terlihat semangat untuk mengaplikasikannya di desa-desa di Indonesia timur. Menurutnya hal itu bisa menjadi solusi bagi desa-desa di bagian Indonesia timur yang sampai saat ini belum teraliri listrik.

“Karena kalau di Indonesia timur atau daerah-daerah kepulauan seperti, Maluku NTT, NTB itu (listrik) memang tidak bisa pakai jaringan kabel. Harus terpisah pakai solar panel per rumah di pasangin, karena jaraknya jauh-jauh kan,” jelasnya.

Lebih lanjut Wamnedes ingin kedepan ada akselerasi lagi dalam pembangunan listrik di pedesaan. "Kita rapikan lagi pola dan modelnya termasuk konsekuensinya,” sambungnya.

Untuk informasi, PT Schneider merupakan perusahaan yang bergerak di bidang listrik. Shcneider bertujuan untuk memberdayakan semua orang untuk memanfaatkan energi dan sumber daya kita secara optimal, menjembatani kemajuan dan keberlanjutan untuk semua.

Dalam pertemuan ini, PT Chneider Electric Indonesa dihadiri langsung oleh Mr. Xavier Genoulli President Director, Reza Syarif Direktur Bisnis Devt dan Ratri Head Of CSR Schneider Electric Perancis.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB