Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Top 5 News: Richard Muljadi, Anies, Hingga OTT Menteri KKP

Kamis 26 Nov 2020 06:03 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Foto Richard Muljadi dikawal personel Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) viral di media sosial.

Foto Richard Muljadi dikawal personel Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) viral di media sosial.

Foto: Istimewa
KPK melakukan OTT terhadap Menteri KKP, Edhy Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Danpuspomad Letjen Dodik Widjanarko menanggapi polemik pengawalan yang dilakukan personel Puspomad terhadap Richard Muljadi. Menurut dia, tidak ada yang salah dalam pengawalan itu, hanya gak bener.

Jawaban itu pun membuat berita dari Letjen Dodik menempati pemuncak berita terpopuler Republika.co.id pada Rabu (25/11). Selain kabar Richard Muljadi, ada juga berita Anies Baswedan dan penangkapan Menteri KKP, Edhy Prabowo.

Berikut top 5 news di Republika.co.id pada Rabu, 25 November 2020:

1. Soal Kawal Richard Muljadi, Letjen Dodik: Tak Ada yang Salah

JAKARTA -- Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen Dodik Widjanarko menganggap, tidak ada masalah dalam pengawalan personel Puspomad terhadap Richard Muljadi. "Sebenarnya tidak ada yang salah, cuma gak bener," kata Dodik dalam pesan yang dikirim ke Republika, Rabu (25/11).

Richard merupakan cucu seorang konglomerat di Indonesia, Kartini Muljadi. Menurut Dodik, personel Puspomad itu masih diselidiki keberadaannya. "Maaf sedang dicari," ucap mantan Inspektur Jenderal (Irjen) TNI tersebut.

Beberapa akun di Twitter menyebarkan foto tersebut yang banyak mendapat tanggapan negatif. Ada dua foto yang menunjukkan prajurit yang mengenakan seragam Puspomad lengkap memakai baret biru mengawal Richard sedang jalan santai di sebuah tempat wisata bertema alam. Dari informasi yang beredar, Richard sebelumnya dikawal mobil Pomad ketika menuju Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Ketua KPK Akui Salah Sebut Tahun Soal Buku Bacaan Anies

JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku salah dalam menyebutkan tahun saat dia menyindir bacaan Anies Baswedan. Dalam sebuah unggahan foto, Gubernur DKI Jakarta itu membaca buku berjudul How Democracies Die.

Dalam sebuah pidato saat akan menyerahkan barang bukti ke Kejagung pada Selasa (24/11) komisaris jenderal polisi itu mengaku telah membaca buku karangan Daniel Ziblatt dan Steven Levitsky pada tahun 2012 lalu. Padahal, cetakan pertama buku tersebut baru terbit pada 16 Januari 2018.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. - (@aniesbaswedan)
"Kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca How Democracies Die. Bukunya ada itu sudah lama tahun 2002, saya sudah baca buku itu. Kalau ada yang baru baca sekarang, kayak baru bahwa itu sudah lama," kata Firli.

Baca berita selengkapnya di sini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA