Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Khairul Saleh: Pemuda Harus Punya Pikiran Optimistis

Rabu 28 Oct 2020 14:41 WIB

Red: Agus raharjo

Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh

Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh

Foto: istimewa/doc pribadi
Pemuda diharapkan jadi kunci Indonesia menghadapi dampak pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menuturkan, tantangan pemuda di era modern saat ini semakin kompleks. Terlebih, memasuki era industri 4.0, tantangan paling depan yang harus dihadapi pemuda adalah persaingan global.

Ia berpesan, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun kali ini, pemuda Indonesia harus selalu meningkatkan kompetensi dan daya saingnya. Tetapi, setiap pemuda di era modern juga tak lupa dengan nilai-nilai persatuan dan budaya nasional. Bekal inilah yang dinilai bisa membawa kemajuan seluruh rakyat Indonesia.

Terlebih, saat ini masyarakat Indonesia dan dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Khairul Saleh menilai, salah satu kunci bagi pemuda yang sukses menghadapi tantangan zaman adalah memiliki sikap optimisme.

"Pemuda-pemudi harus optimistis, berpikiran jernih, visioner, dan selalu mengedepankan persatuan untuk menghadapi segala tantangan," tutur Khairul Saleh kepada Republika.co.id, Rabu (28/10).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, pemuda bisa berperan menjadi pelopor bangkitnya Indonesia menuju masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Terlebih, saat ini Indonesia sedang menikmati bonus demografi, dimana jumlah angkatan kerja menjadi sangat banyak. Bonus demografi ini seharusnya menjadi modal besar agar Indonesia semakin maju dan sejahtera.

"Ingat pesan Bung Karno yang mengatakan 'Berilah aku 10 pemuda, maka aku akan mengguncang dunia," tegas Pangeran Khairul Saleh. Ia menegaskan, pesan Bung Karno itu menjadi semacam optimisme yang diharapkan dari sosok pemuda Indonesia. Yakni, pemuda adalah garda terdepan Indonesia dalam menghadapi tantangan dan masalah di era globalisasi saat ini.

"Pesan singkatnya banyak masalah dan tantangan kekinian, pemuda harus bangkit dan memiliki sikap optimisme serta berjiwa visioner yang berbudaya," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA