Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Megawati Minta Pemuda tak Lupa Sejarah

Selasa 27 Oct 2020 15:50 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Agus raharjo

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan pada acara penetapan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2).

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan pada acara penetapan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemuda diharap mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meminta generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. Dia mengatakan, generasi penerus harus berdiri kokoh di dalam sejarah Indonesia dan dunia sembari mengembangkan ilmu dan teknologi tersebut.

"Sejarah merupakan pembentuk karakter bangsa, sejarah mempertemukan antara masa lalu saat ini dan cita-cita masa depan," kata Megawati melalui Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (27/10).

Megawati, lanjut Hasto, menegaskan bahwa sejarah tidak akan mengaburkan jati diri dan identitas bangsa. Dia mengatakan, Ketua Umum PDIP itu juga meminta agar para pemuda Indonesia terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Megawati berpandangan, pemuda era sekarang dapat menggunakan sosial media guna menggelorakan semangat juang agar mewarisi sejarah dengan seluruh nilai-nilai kepeloporan pemuda Indonesia.

"Ibu Megawati juga berpesan dengan menggunakan sosial media tersebut agar para pemuda Indonesia memiliki hakikat ke-Indonesia-an kita, hakikat cinta tanah air, tidak gamang melihat masa depan, tidak lekas menyerah, hakikat pemuda yang berkebudayaan Indonesia," katanya.

Dia mengatakan, Megawati menilai bahwa tanpa rasa cinta tanah air, semangat juang dan identitas kebudayaan maka setiap penduduk tidak pantas menyebut dirinya sebagai pemuda Indonesia. Terlebih, pemuda merupakan garda terdepan dalam seluruh aspek kehidupan.

Menurut Hasto, Megawati ingin agar peringatan Hari Sumpah Pemuda berada dalam satu rangkaian perayaan dengan Hari Pahlawan 10 November. Hal itu agar kepemudaan menyatu dengan kepahlawanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA