Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Airlangga Bantah Kabar Batal Beli Vaksin AstraZeneca

Selasa 27 Oct 2020 15:44 WIB

Red: Indira Rezkisari

AstraZeneca merupakan salah satu perusahaan yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 di dunia. Indonesia disebut mempertimbangkan pembelian vaksin dari AstraZeneca.

AstraZeneca merupakan salah satu perusahaan yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 di dunia. Indonesia disebut mempertimbangkan pembelian vaksin dari AstraZeneca.

Foto: EPA-EFE/DAN HIMBRECHTS AUSTRALIA AND NEW ZEA
AstraZeneca tidak bisa sediakan vaksin dalam waktu dekat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah belum memutuskan untuk membeli vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. Informasi pembatalan pembelian vaksin itu oleh Indonesia disebutnya tidak sepenuhnya benar.

“Berita tersebut (pembatalan pembelian vaksin AstraZeneca) tidak sepenuhnya benar karena belum diputuskan dan AstraZeneca itu menjadi salah satu kandidat,” kata Airlangga dalam jumpa pers daring di Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut dia, pemerintah tetap mengkaji produsen vaksin Covid-19 di antaranya AstraZeneca, Sinovac dan prosuden lainnya. Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) ini menyebut AstraZeneca menjadi salah satu kandidat karena harganya mendekati harga publik.

Perusahaan tersebut, kata dia, juga menyakinkan bisa menyediakan vaksin dalam volume yang besar. Namun, lanjut dia, ketersediaan vaksin dari perusahaan yang bermarkas di Inggris itu tidak dalam waktu dekat dan baru bisa masuk diperkirakan pada kuartal kedua tahun 2021.

“Oleh karena itu arah Presiden terhadap vaksin seperti AstraZeneca, Sinovac dan lainnya itu tetap dikaji dan tentunya nanti dilihat sesuai kebutuhan yang ada di Indonesia dan juga kerja samanya ke depan,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, juga mencermati perkembangan vaksin Merah Putih untuk ke depan diproduksi di dalam negeri. Meski begitu, lanjut dia, pemerintah menyasar kerja sama dengan sejumlah produsen vaksin Covid-19 itu seperti dari Sinovac yang akan diproduksi BUMN dalam negeri Bio Farma karena kapasitas produksi di Indonesia juga cukup luas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA