Jumat 23 Oct 2020 06:51 WIB

Wiku: Pemeriksaan PCR Capai 82,51 Persen dari Target WHO

Tantangan pemerintah saat ini adalah hambatan transportasi dalam pengiriman spesimen.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Warga menjalani swab test di kawasan Cilandak, Jakarta, Sabtu (3/10). Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan jumlah pemeriksaan covid-19 hingga mencapai target rekomendasi dari WHO yakni 1 berbanding 1000 penduduk per minggu.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga menjalani swab test di kawasan Cilandak, Jakarta, Sabtu (3/10). Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan jumlah pemeriksaan covid-19 hingga mencapai target rekomendasi dari WHO yakni 1 berbanding 1000 penduduk per minggu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan jumlah pemeriksaan covid-19 hingga mencapai target rekomendasi dari WHO yakni 1 berbanding 1000 penduduk per minggu. Menurutnya, perkembangan pemeriksaan covid-19 di Indonesia pun terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada pekan ketiga Oktober, Indonesia berhasil mencapai 82,51 persen pemeriksaan covid dari target WHO.

“Kita harus mengapresiasi semua pihak bahwa hanya dalam beberapa bulan saja kita sudah mendekati targetnya WHO. Karena sebelumnya pada bulan Juni Indonesia hanya mampu mencapai 16,86 persen dari target rekomendasi WHO,” ujar Wiku saat konferensi pers, Kamis (22/10).

Pemerintah pun terus mendorong dilakukannya pemerataan pemeriksaan covid-19 di daerah. Wiku mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah saat ini adalah hambatan transportasi logistik dalam pengiriman spesimen dan pelaporan hasil pemeriksaan, serta distribusi alat penunjang pemeriksaan seperti reagen, mesin PCR, dll ke daerah kepulauan yang ada di Indonesia.

Hambatan-hambatan ini akan mempengaruhi kapasitas laboratorium di daerah dalam melakukan pemeriksaan covid. Karena itu, Wiku meminta seluruh pemerintah daerah agar segera berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan maupun satgas covid-19 dalam melakukan penanganan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement