Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

BNPB: Vaksin Covid-19 Bukan Satu-Satunya Jalan Keluar

Selasa 20 Oct 2020 03:43 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat jangan hanya memandang bahwa vaksin sebagai satu-satunya cara untuk keluar dari pandemi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat jangan hanya memandang bahwa vaksin sebagai satu-satunya cara untuk keluar dari pandemi.

Foto: istimewa
Pemberian vaksin Covid-19 didahulukan ke kelompok paling berisiko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penghasil vaksin Bio Farma bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran kini masih melakukan uji klinis vaksin virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) Sinovac di Bandung, Jawa Barat. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat jangan hanya memandang bahwa vaksin sebagai satu-satunya cara untuk keluar dari pandemi ini.

"Jangan cuma melihat vaksin sebagai satu-satunya jalan keluar. Pemerintah sudah lama mengajak masyarakat untuk memerangi Covid-19 dengan melakukan perubahan perilaku, khususnya menerapkan protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi virtual BNPB bertema Menjemput Asa Vaksin Covid-19, Senin (19/10).

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat disiplin dan mempraktikkan menjalankan protokol kesehatan 3M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun sehingga dapat betul-betul melindungi masyarakat.

Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat yang menerapkan perilaku 3M maka ini semakin baik sampai menunggu vaksin bisa diproduksi. Dengan menerapkan perubahan perilaku dan hadirnya vaksin, pihaknya berharap masyarakat Indonesia terlindungi dan bisa kembali beraktivitas dengan cara yang baru.

Terkait kelompok yang pertama kali mendapatkan vaksin Covid-19, ia menyebutkan masyarakat yang sehat dan belum pernah terinfeksi virus namun berisiko tinggi tertular adalah yang pertama kali mendapatkannya. Ia menyebutkan kelompok tenaga kesehatan seperti dokter, perawat karena setiap hari berinteraksi dengan pasien penderita Covid-19 bisa menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Kemudian, dia melanjutkan, orang yang bekerja di bagian pelayanan publik karena berinteraksi dengan cukup banyak masyarakat juga menjadi yang pertama mendapatkannya.

"Orang-orang kelompok ini yang perlu divaksinasi dulu untuk melindungi mereka. Namun, bagaimana dan seperti apa (orang yang mendapatkan vaksin Covid-19) bisa dilihat lebih jauh setelah uji klinis," ujarnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA