Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Gebah Corona Buka Donasi Publik Bantu Tenaga Kesehatan

Selasa 24 Mar 2020 23:05 WIB

Rep: Nur Hasan Murtiaji/ Red: Nora Azizah

Petugas menanta kardus berisi Alat Pelindung Diri (APD) disela acara penyerahan bantuan APD di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Selasa (24/3). Republika bersama BPJS Kesehatan dan IDI melakukan penggalangan dana untuk pengadaan APD tenaga kesehatan dalam gerakan gotong royong bantu tenaga kesehatan cegah corona

Petugas menanta kardus berisi Alat Pelindung Diri (APD) disela acara penyerahan bantuan APD di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Selasa (24/3). Republika bersama BPJS Kesehatan dan IDI melakukan penggalangan dana untuk pengadaan APD tenaga kesehatan dalam gerakan gotong royong bantu tenaga kesehatan cegah corona

Foto: Prayogi/Republika
Donasi publik akan digunakan untuk mendukung pengadaan APD bagi tenaga kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Data penyebaran virus corona baru atau Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan membuat kekhawatiran banyak kalangan. Jumlah warga yang terpapar pun kian banyak. Sementara, tenaga kesehatan mesti berjibaku merawat pasien yang jumlahnya terus bertambah tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, mengatakan, dalam menjalankan tugas, para tenaga kesehatan ini perlu dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang aman dan memadai. Saat ini, pengadaan APD menjadi persoalan yang harus dipecahkan bersama. Pemerintah dan jajarannya, kata Daeng, sudah berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung tersebut.

"Dan kami berterima kasih untuk itu. Saat ini masyarakat juga sudah mulai terus inisiatif membantu para tenaga kesehatan," kata Daeng saat acara penyaluran bantuan untuk tenaga kesehatan melalui program Gebah Corona, di kantor PB IDI, di Jakarta, Selasa (24/3).

Gebah Corona atau Gerakan Gotong Royong Bantu Tenaga Kesehatan Cegah Corona merupakan inisiatif bersama Republika, BPJS Kesehatan, dan PB IDI. Gerakan ini membuka donasi dari publik untuk mendukung pengadaan APD bagi para tenaga kesehatan di rumah sakit yang merawat pasien terpapar Covid-19.

Untuk tahap pertama, pengadaan APD disalurkan kepada RS Bhayangkara, RSAL Mintohardjo, RS Pelni, dan RS Duren Sawit Jakarta. APD yang disalurkan pada tahap pertama ini berupa masker, baju apron, sanitizer, dan kipas angin disinfektan.

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengajak semua jajarannya untuk terus mendukung kerja para tenaga kesehatan ini. "Tugas mereka dalam merawat pasien Covid-19 ini sangat berat. Dan harus di-support terus," katanya.

Fachmi pun mengharapkan IDI bisa ikut membantu penyaluran program Gebah Corona ini agar tepat sasaran. Sebab, IDI merupakan organisasi yang jaringannya paling siap untuk menjalankan program dukungan bagi para tenaga kesehatan.


photo
Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Selasa (24/3). Republika bersama BPJS Kesehatan dan IDI melakukan penggalangan dana untuk pengadaan APD tenaga kesehatan dalam gerakan gotong royong bantu tenaga kesehatan cegah corona - (Prayogi/Republika)
Secara internal, pihaknya juga terus mengajak seluruh karyawan BPJS Kesehatan ikut mendukung donasi pengadaan APD bagi tenaga kesehatan. Dia berharap dengan dukungan yang makin luas, para tenaga kesehatan menjadi lebih bersemangat dalam menjalankan tugas menangani pasien terpapar Covid-19.

Hal ini karena peran tenaga kesehatan sangatlah penting. Dalam menangani wabah Corona, tenaga kesehatan berada di garda terdepan. Namun, mereka juga menghadapi risiko yang besar karena rentan tertular.

"Karena itu Republika sangat terpanggil untuk ikut berikhtiar membantu kerja mereka melalui program ini," ujar Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi.

Irfan berharap agar Gebah Corona bisa menjadi sumbangan yang menguatkan daya para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia ini. "Kalau sampai tenaga kesehatan tidak lagi berdaya menghadapi wabah, lalu kepada siapa lagi kita bisa berharap," kata dia menambahkan.

Republika, kata Irfan, sangat berterima kasih kepada para pembaca yang sudah ikhlas memberikan dukungan donasi untuk program Gebah Corona. Republika akan terus menyuarakan dukungan untuk para tenaga kesehatan dalam menunaikan tugasnya.

Soal pentingnya dukungan kepada tenaga kesehatan juga disuarakan oleh Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo Kol Wiweka. Di lapangan, ungkap dia, para tenaga kesehatan ini berhadapan langsung dengan pasien yang terpapar. Mereka harus dilindungi secara maksimal.

"Pasien berdatangan terus," tuturnya.

Menurut Wiweka, tugas yang harus diemban para tenaga kesehatan ini juga semakin berat. Demi Merah Putih, mereka terus menunaikan tugasnya secara maksimal.

Menjaga motivasi para petugas kesehatan ini diakui Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Brigjen Pol Rusdianto. Memotivasi untuk terus bisa melayani pasien memang sangat penting.

"Kami terus memompa motivasi mereka untuk tetap bersemangat meski tugas yang harus dijalankan itu penuh risiko," ujar dia.

Secara intensif, pihaknya juga terus memantau kondisi para petugas kesehatan di RS Bhayangkara. Tujuannya untuk memastikan semua pihak dalam kondiai aman dari paparan Covid-19.

Hal yang sama juga dinyatakan Direktur Rumah Sakit Pelni, Dewi Fankhuningdyah. Dewi mengungkapkan bahwa untuk bekerja merawat pasien yang diisolasi bukanlah perkara mudah.

Apalagi jumlah pasien yang memerlukan isolasi terus bertambah. Karena itulah pihaknya terus mengubah sebagian ruangan di RS Pelni menjadi ruang isolasi.

Dewi bersama Wiweka dan Rusdianto menyatakan terima kasih untuk dukungan masyarakat kepada tenaga kesehatan. Program Gebah Corona diharapkan bisa mengurangi potensi para tenaga medis tertular Covid-19.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA