Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Jelang Pancaroba, BNPB Imbau Warga Bersihkan Saluran Air

Jumat 01 Nov 2019 07:44 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, gotong royong membersihkan Sungai Cidukuh. Sungai itu memang selalu dipenuhi sampah setiap musim kemarau dan meluap saat musim hujan.

Warga Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, gotong royong membersihkan Sungai Cidukuh. Sungai itu memang selalu dipenuhi sampah setiap musim kemarau dan meluap saat musim hujan.

Foto: Republika/Bayu Adji P
Pembersihan saluran air untuk mengantisipasi banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga membersihkan saluran air menjelang pancaroba sekitar awal hingga pertengahan November 2019.

"Jadi yang pertama kita perlu bersihkan saluran-saluran (air), baik di perumahan, di kompleks maupun sungai," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo usai konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (31/10).

Pembersihan saluran air bisa dilakukan oleh warga atau pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir saat musim hujan. Ia juga mengimbau warga menebang pohon yang berdaun rindang agar tidak roboh ketika terkena angin kencang atau bencana lain yang berkaitan dengan pancaroba.

"Jadi pohon ambruk itu karena memang terlalu berat, daunnya dan rantingnya terlalu banyak," katanya.

Penebangan perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan munculnya korban jiwa karena tertimpa pohon yang roboh akibat angin kencang atau hujan lebat. Bagi warga yang berada di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB mengimbau warga membuat sekat kanal permanen.

"Sekat kanal itu mulai diaktifkan supaya kalau hujan airnya cepat naik, terus bisa memadamkan kalau masih ada (kebakaran). Nanti itu bisa jadi tampungan air yang dapat dimanfaatkan jika nanti kemarau lagi. Jadi sekat kanalnya dibikin permanen sekatnya, supaya airnya tetap tertampung terus, sehingga kondisinya basah," katanya.

Untuk jangka panjang, warga diimbau banyak menanam pohon sehingga dapat turut memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat penebangan pohon. "Sekarang itu rusak lingkungan karena pohonnya banyak ditebang sehingga longsor, banjir, dan sebagainya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA