Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Jokowi Minta Media Online Dievaluasi

Kamis 29 Dec 2016 15:22 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nur Aini

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan evaluasi pada sejumlah media online yang memproduksi berita bohong dan provokatif. Presiden juga menginstruksikan adanya tindakan tegas pada media-media fiktif yang beritanya telah menyesatkan persepsi banyak masyarakat.

"Penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini. Kita harus evaluasi media-media online yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah," ujar Jokowi, saat memimpin rapat terbatas yang khusus membahas tentang antisipasi perkembangan media sosial di Kantor Presiden, Jakarta Kamis (29/12).

Presiden menyebut bahwa saat ini ada 132 juta pengguna internet aktif di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan 52 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna internet aktif di Indonesia, sambung Presiden, 129 juta di antaranya juga aktif menggunakan media sosial.

Agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, Jokowi meminta ada gerakan masif yang mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dengan cara-cara produktif.

"Gerakan ini penting untuk mengajak netizen mengampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui media sosial yang baik, yang beretika, yang positif, yang produktif, yang berbasis nilai-nilai budaya kita," ucap Presiden.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA