Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Mensos Minta Perbanyak Kampung Siaga

Kamis 11 Jun 2015 09:26 WIB

Red: Angga Indrawan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan anak pengungsi suku Rohingya asal Myanmar yang terdampar di perairan Aceh di tempat penampungan sementara, Desa Bayen, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, Aceh, Minggu (24/5).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan anak pengungsi suku Rohingya asal Myanmar yang terdampar di perairan Aceh di tempat penampungan sementara, Desa Bayen, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, Aceh, Minggu (24/5).

Foto: Antara/Irwansyah Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta perbanyak Kampung Siaga Bencana di seluruh Indonesia. Kampung siaga sebagai antisipasi terhadap berbagai bencana alam yang terjadi.

"Di Indonesia terdapat 279 titik rawan bencana seperti tanah longsor, banjir dan kebakaran. Kementerian Sosial memiliki pemetaan terhadap berbagai bencana tersebut dan memperbanyak Kampung Siaga Bencana," kata Mensos, Kamis (11/6).

Selain memperbanyak Kampung Siaga Bencana, warga dilatih menjadi kader yang paham akan tanda-tanda alam sebelum terjadi bencana dan agar akrab dengan alam. Masyarakat harus memiliki kesiapan mental menghadapi setiap bencana atau live in harmony with disaster.

"Warga desa dilatih sebagai kader yang akrab dengan alam, memiliki kesiapan mental, serta paham tanda-tanda bencana, seperti tanah retak-retak pertanda akan terjadi longsor. Bagi warga yang tinggal dekat aliran sungai, tahu kapan air meluap dan menggenangi permukiman yang bisa berhari-hari," katanya.

Pada posisi demikian, Taruna Siaga Bencana (Tagana) diminta tiba satu jam di lokasi bencana. Sebagai garis depan, Tagana sudah menjadi bagian dari penanganan bencana alam dan sosial, misalnya di Aceh, dengan menyiapkan dapur umum lapangan (dumlap), evakuasi darurat, serta mendirikan tenda darurat.

"Dalam proses evakuasi korban bencana, Tagana berada pada sub-sistem dari Badan SAR Nasional (Basarnas). Sedangkan, pada masa tanggap darurat langsung di bawah Kemensos," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA