Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

DDII : Buku 'Ajakan Berzina' Menghina Revolusi Mental Jokowi

Rabu 04 Feb 2015 19:16 WIB

Rep: C05/ Red: Bayu Hermawan

Foto bagian buku Saatnya Aku Belajar Pacaran

Foto bagian buku Saatnya Aku Belajar Pacaran

Foto: Foto dari Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buku berjudul 'Saatnya aku Belajar Pacaran' karya Toge Aprilianto, dinilai mengajarkan pembacanya melakukan zina. Menurut Dewan Dakwa Islam Indonesia (DDII), peredaran buku ini bertentangan bahkan mengejek slogan Revolusi Mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Ustaz Syuhada Bahri mengatakan harusnya Jokowi selaku presiden marah atas beredarnya buku ini. Hal ini, karena peredaran buku ini bertentangan dengan tagline Jokowi yang ingin melakukan revolusi mental.

"Ini seperti penghinaan buat revolusi mental nya Jokowi," ujarnya, Rabu (4/2).

Bagi Syuhada pemaknaan akan arti revolusi mental yakni mengubah moral dan mental bangsa agar tak terjerumus dengan perbuatan dosa dan juga maksiat. Menurutnya buku yang beredar saat ini justru mengajak orang melakukan perbuatan dosa dan zina.

Ia berharap Jokowi tidak lupa dengan janji selama masa kampanyenya dulu. Dengan mengeluarkan slogan revolusi mental harusnya Jokowi juga berkomitmen dengan penataan moral bagi remaja Indonesia.

"Saya selaku rakyat menagih janji pak Jokowi," tegasnya.
 
Saat ini, Toge sudah menyatakan perminataan maafnya karena bukunya menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Dalam permintaan maaf yang diposting di laman Facebook pribadinya, Toge berjanji akan segera menghentikan penjualan  buku tersebut.

Selain itu dirinya juga akan mengembalikan uang hasil penjualan buku itu jika ada masayarakat yang ingin mengembalikan buku itu pada dirinya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA