Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

DKI Rintis Balai Pelatihan Kesenian

Kamis 21 Nov 2013 21:10 WIB

Red: Agung Sasongko

Sejumlah peserta menarikan tarian selamat datang khas budaya Betawi saat Kirab Budaya Betawi di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Sejumlah peserta menarikan tarian selamat datang khas budaya Betawi saat Kirab Budaya Betawi di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Foto: Antara/M Agung Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI akan menggalakkan Gerakan Kebudayaan bagi anak-anak dan remaja di ibukota. "Gerakan Kebudayaan ini tujuannya mengajak anak-anak untuk mengenal seni dan budaya nusantara, sekaligus menyalurkan kreativitas anak-anak dengan cara yang positif," kata Kepala Disparbud DKI Arie Budhiman di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

Menurut Arie, gerakan tersebut akan dilakukan dengan cara membuka outlet-outlet seni dan budaya yang terdapat di balai latihan kesenian kelurahan yang tersebar di lima wilayah Jakarta mulai 2014 mendatang.
"Ke depan, anak-anak maupun remaja yang tinggal di wilayah perkampungan akan dibina dan diberdayakan melalui pendidikan kesenian dan kebudayaan di outlet-outlet seni tersebut," ujar Arie.

Di balai pelatihan kesenian itu, dia mengharapkan anak-anak dan remaja ibukota dapat menyalurkan kreativitasnya melalui berbagai kegiatan seni dan budaya. "Sekarang ini, kalau kita lihat, banyak anak-anak usia sekolah berperilaku negatif, seperti tawuran, melakukan tindak asusila dan sebagainya. Melalui pelatihan kesenian itu, diharapkan anak-anak dapat mengekspresikan diri melalui kegiatan yang lebih positif," tutur Arie.

Dia mengungkapkan anak-anak atau remaja merupakan usia yang tepat untuk diperkenalkan pada kesenian dan kebudayaan. Pada usia tersebut, lanjut dia, anak-anak juga membutuhkan wadah untuk menyalurkan ekspresinya. "Daripada anak-anak itu tawuran dan melakukan hal-hal negatif lainnya, lebih baik disalurkan ke arah yang positif, berekspresi melalui seni, misalnya. Outlet seni atau balai pelatihan kesenian itulah yang akan menjadi wadahnya," tambah Arie

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA