Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Ada 298 Konflik Dalam Negeri Selama 2010-2012

Kamis 30 May 2013 23:10 WIB

Red: Dewi Mardiani

Terorisme (ilustrasi).

Terorisme (ilustrasi).

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan dalam tiga tahun terakhir tren konflik di dalam negeri mengalami meningkat yang mencapai 298 kasus.

"Kondisi tersebut harus diwaspadai dan perlu bantuan masyarakat luas untuk menekan kejadian tersebut," kata Dirjen Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri, A Tanribali Lamo, di Medan, Kamis (30/5).

Peran masyarakat dan termasuk forum strategis seperti FKUB (Forum Kerukunan Umat Bergama) dan FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) sangat besar dalam menghindari dan menekan konflik termasuk aksi teroris yang meresahkan, katanya pada Pelatihan FKPT Regional Indonesia Barat.

Peristiwa konflik sebanyak 298 kasus itu masing-masing pada 2010 terjadi 93 peristiwa, 77 kasus (2011) dan tahun 2012 terjadi 128 kejadian. Menurut dia karena peran yang besar, maka seharusnya masyarakat dan forum strategis itu harusnya semakin diberdayakan untuk mencegah dan menekan konflik termasuk aksi terorisme. Peran masyarakat itu mengacu bahwa aksi teroris ada di sekitar lingkungan sehingga harusnya bisa lebih cepat diketahui.

Dia menegaskan semua masyarakat dan pemerintah daerah harus punya visi dan gerak yang sama dalam mencegah konflik dan terorisme itu. Apalagi aksi terorsme itu juga semakin meningkat seperti di tahun 2012 yang terjadi adanya 65 ancaman teror, 30 ledakan bahan peledak dan 55 penangkapan tersangka terorisme.

"Virus terorisme sangat menakutkan dan mengancam masyarakat setiap waktu sehingga harus dihadapi dengan serius. Terorisme mengakibatkan kerugian besar, baik secara moril dan materi bahkan menelan korban jiwa," katanya. Masyarakat diminta semakin peduli terhadap kondisi di sekitarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA