Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Ini Alasan Habibie Bebaskan Pers Saat Jadi Presiden

Jumat 12 Apr 2013 09:41 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Citra Listya Rini

Mantan Presiden, BJ Habibie.

Mantan Presiden, BJ Habibie.

Foto: Antara/Agus Bebeng

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan presiden RI, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, mengaku membebaskan pers pada era reformasi tahun 1998 untuk mengoreksi dirinya. 

"Saya memutuskan untuk membebaskan pers mengoreksi diri saya sebagai presiden. Sebab, saya tak mampu mengoreksi diri saya sendiri," kata Habibie dalam acara bertajuk 'Serial I Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional' di Jakarta, Kamis (11/4) malam.

Menurut Habibie, pers harus dibebaskan sebab mereka memiliki kemampuan untuk mengecek apakah pemerintahan berjalan dengan baik atau sebaliknya. Di mata Habibie, pers lebih objektif daripada dirinya sendiri.

Habibie memang dikenal cukup terbuka dengan pers saat menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Ia menganggap kebebasan pers sebagai prasyarat untuk membuat bangsa maju dan sejajar dengan bangsa lain.

Belum lama ini, Habibie juga menerima penghargaan medali emas kebebasan pers dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Manado, Sulawesi Utara. Penghargaan tersebut diberikan karena kebijakan Habibie yang menetapkan Undang-Undang Pers saat menjabat sebagai presiden pada 1998. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA