Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sst, Para Koruptor Ini Juga Kebagian Remisi, Lho...

Selasa 14 Aug 2012 10:35 WIB

Red: Endah Hapsari

Mural anti korupsi

Mural anti korupsi

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU---Sebanyak 875 narapidana yang merupakan terpidana kasus kejahatan khusus termasuk korupsi dan pembalakan liar, juga kebagian pemotongan masa tahanan atau remisi umum yang diumumkan pada 17 Agustus 2012.

Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Riau, Nugroho di Pekanbaru, Selasa mengatakan, remisi bagi napi yang terlibat kasus kejahatan khusus itu telah sesuai dengan permohonan yang disetujui oleh pihak Kemkumham di Jakarta.

Ia juga menjelaskan, selain mendapatkan remisi umum sebagai bentuk penghargaan bagi napi kasus korupsi dan kejahatan khusus lainnya itu, di waktu perayaan Hari Kemerdekaan RI, pihaknya juga telah menyiapkan remisi khusus yang diumumkan pada perayaan Idul Firi 1433 H mendatang.

"Untuk para napi kasus korupsi dan kejahatan khusus lainnya, juga ada yang mendapat remisi khusus perayaan Idul Fitri," ucapnya.

Nugroho menjelaskan, napi yang mendapatkan kelayakan remisi khusus tersebut yakni ada sebanyak 776 orang yang terlibat berbagai kasus korupsi dan pembalakan liar.

Dengan demikian, katanya, penerima remisi untuk napi kejahatan khusus, secara keseluruhan baik remisi khusus maupun umum, yakni mencapai lebih seribu orang atau sekitar 15-20 persen dari jumlah keseluruhan napi yang ada di Riau, yakni sekitar 5.815 napi dan tahanan.

Ia menjelaskan, pemberian remisi sudah diatur jelas dalam peraturan perundang-undangan, di mana ada dua syarat bagi narapidana untuk mendapatkan remisi.

Yang pertama, demikian Nogroho, yakni berkelakuan baik, dan yang kedua, yakni telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan atau telah menjalanani sepertiga masa pidana bagi narapidana yang melakukan tindak pidana khusus, seperti narkoba, korupsi atau kejahatan HAM berat.

Lebih lanjut Nogroho menjelaskan, syarat berkelakuan baik yaitu apabila dalam perhitungan remisi narapidana yang bersangkutan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan dicatat dalam buku register F. Ia menegaskan pencatatan ini dilakukan secara transparan, sehingga narapidana dapat mengetahui hak-haknya.

"Jadi tidak ada yang menyalahi apapun, termasuk aturan. Penerima remisi, selama dalam Lapas dan Rutan memang telah berkelakuan baik sehingga mereka berhak untuk mendapatkannya," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA