Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Awasi Saat Anak Anda Menonton Televisi

Senin 02 Jul 2012 17:18 WIB

Red: Heri Ruslan

Tayangan televisi, ilustrasi

Tayangan televisi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)Sulawesi Barat, meminta orang tua mengawasi anaknya, khususnya para pelajar yang sedang memasuki liburan sekolah saat menonton siaran yang ditayangkan di televisi.

"Kami mengingatkan agar orang tua untuk tetap mengawasi anaknya yang menghabiskan masa libur dengan menonton televisi. Sejumlah tayangan televisi dapat membawa pengaruh negatif terutama bagi anak," ungkap koordinator Bidang Isi Siaran KPID Sulbar, Munawir di Majene, Senin.

Menurutnya, anak tetap harus dipantau pada masa libur sekolah jangan sampai lebih banyak menghabiskan waktu dengan menonton televisi sebab banyak tayangan televisi yang tidak sehat untuk ditonton anak-anak.

Ia mencontohkan, film asing yang banyak disiarkan lembaga penyiaran berlangganan TV kabel tidak layak untuk ditonton anak-anak, karena mengandung kekerasan, sadistis dan berbau pornografi.

"Orang tua sangat berperan dalam mengawasi anak saat menonton TV di rumah," singkatnya mengimbau.

KPID Sulbar sendiri telah melakukan kampanye mononton sehat melalui program Amessa (Ayo Menonton Secara Sehat). Dalam program itu terdapat sembilan tips menonton sehat, di antaranya pilih acara yang akan ditonton serta orang tua mendampingi anak menonton.

"Orang tua memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga anak tidak sampai menonton tayangan tidak sehat, remote TV tetap harus dalam kontrol orang tua" lanjut Munawir.

Terpisah, anggota KPID Bidang Isi Siaran, Farhanuddin menambahkan, KPID sebagai lembaga negara independen perwakilan publik dalam mengawasi siaran TV dan radio. KPID sangat melindungi anak dan remaja dari dampak buruk siaran televisi dan radio.

Bentuk perlindungan itu termuat dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) KPI 2012.

"P3 dan SPS dibuat KPI terdapat ruang khusus bagi perlindungan anak dan remaja, aturan itu dibuat atas pertimbangan keselamatan dan keberlangsungan mereka. Dengan tontonan sehat, masa depan anak akan tetap cerah, tidak terpengaruh berbagai siaran tidak sehat," tandas Farhan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA