Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Heli Kecil Rusia Dilarang Terbang ke Lokasi Serpihan Sukhoi

Ahad 13 May 2012 11:26 WIB

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Djibril Muhammad

Personel TNI AU dengan menggunakan radio komunikasi memandu heli di landasan helipad Cipelang, Cijeruk, Bogor, sabtu (11/5).

Personel TNI AU dengan menggunakan radio komunikasi memandu heli di landasan helipad Cipelang, Cijeruk, Bogor, sabtu (11/5).

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Selain karena kekhawatiran terkait kotak hitam, pelarangan helikopter milik tim SAR Rusia juga disebabkan spesifikasi yang tidak memenuhi standar keamanan. Ukurannya yang terlalu kecil dinilai tak dapat menjangkau tebing tempat serpihan pesawat di Gunung Salak.

"Terlalu riskan," kata Komandan Resor Militer 061/Suryakencana Kolonel Inf AM Putranto di posko Cipelang, Bogor, Jawa Barat, Ahad (13/5).

Ia mengungkapkan, standar helikopter evakuasi yang digunakan tim SAR gabungan adalah helikopter jenis Super Puma berukuran besar. Helikopter-helikopter kecil seperti milik Palang Merah Indonesia (PMI) hanya dioperasikan untuk pengiriman logistik lewat udara.

Pantauan Republika, helikopter milik Rusia hanya berputar-putar di atas landasan helipad di Cipelang, Cijeruk, Bogor. Sementara puluhan anggota tim SAR Rusia masih berada di tenda-tenda di sekitar helipad.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA