Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Lho? Gubernur Sulteng Mengaku Rajin Mengemis

Senin 20 Jun 2011 16:11 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Sulteng

Sulteng

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola menyatakan dirinya tidak akan malu "mengemis" kepada pemerintah pusat maupun pada lembaga lain yang menjadi sumber pembiayaan bagi pembangunan daerah, demi untuk pengembangan dan kemajuan daerahnya ke depan.

"Saya tidak malu meminta. Mengemis untuk kepentingan rakyat itu mulia bagi saya," kata Longki di hadapan puluhan pengamat dan petugas pintu air irigasi dalam acara pemilihan petugas operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi teladan di Palu, Senin.

Longki Djanggola yang baru dilantik menjadi gubernur pada 17 Juni lalu itu mengatakan, tugas pemerintah daerah salah satunya adalah meyakinkan pemerintah pusat dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di Sulawesi Tengah.

Hanya saja, kata dia, kadang-kadang pemerintah daerah sendiri yang tidak mampu memberikan keyakinan tersebut. Dia mengatakan, dirinya siap membicarakan apa saja dan kapan saja sepanjang itu untuk kepentingan kemajuan rakyat Sulawesi Tengah. Longki mengakui bahwa infrastruktur di daerahnya masih tertinggal sehingga menjadi salah satu faktor penghambat percepatan pembangunan.

Ia mencontohkan ada 197 daerah irigasi dengan areal potensi 142.076 hektare belum sepenuhnya difungsikan, sehingga saat ini luas areal fungsional irigasi baru mencapai 92.110 hektare.

Longki mengatakan, untuk mengejar Sulawesi Tengah dari ketertinggalan, seluruh jajaran pejabat di daerahnya tidak boleh hanya terpaku di belakang meja, menunggu kucuran dana dari pusat dan pasrah.

Jika ada pejabat seperti itu, orang dari pinggir jalan pun bisa diangkat menjadi kepala dinas, katanya.

Longki mengatakan, dirinya tidak ingin lagi mendengar ada pejabat di daerahnya yang tidak mengetahui alamat kantor departemennya di Jakarta.

Dia mengakui bahwa ada pejabat di salah satu kabupaten yang tidak tahu alamat departemennya, padahal yang bersangkutan sering kali melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. "Artinya, selama ini dia ke Jakarta hanya di hotel dan ke mall saja. Setelah itu dia tidak peduli, sehingga tidak ke departemen terkait jabatannya," kata Longki.

Dia mengingatkan para pejabat di lingkungan pemerintahannya tidak terjebak dengan rutinitas pekerjaan semata tanpa memperhatikan faktor-faktor lain yang ikut mendorong percepatan pembangunan di daerahnya sendiri, agar semua pembiayaan tak hanya tertumpu pada APBD. "Kapan kita maju kalau seperti ini terus," kata mantan Bupati Parigi Moutong dua periode itu. Menurut dia, memajukan Sulawesi Tengah tergantung dari kemauan seluruh komponen masyarakat yang ada di daerahnya sendiri.

Jika seluruhnya bekerja maksimal dengan niat untuk kemajuan rakyat, daerah berpenghasil kakao ini akan maju dengan pesat demi mengejar ketertinggalannya dari daerah lainnya di Indonesia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA