Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Pengamat Nilai Koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS Sudah Serius Dibangun

Sabtu 25 Jun 2022 05:14 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Foto: Dok. Pribadi
"Jadi sebenarnya bukan lagi PDKT, sudah berat ini cinta segitiga," kata Pangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat, Partai Nasdem dan PKS dinilai telah serius membangun koalisi. Hal itu diutarakan pengamat politik sekaligus CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

"Jadi sebenarnya bukan lagi PDKT, sudah berat ini cinta segitiga mereka ini Nasdem, PKS, Demokrat ini, artinya koalisi ini sepertinya sudah serius gitu dibangun untuk peta koalisinya," kata Pangi kepada Republika, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga

Pangi mengatakan, Partai Demokrat memiliki hubungan yang baik dengan PKS dan Nasdem. Apalagi Demokrat dan PKS juga pernah berada dalam satu gerbong koalisi.

"Kalau kemudian ada Nasdem sepertinya Nasdem ingin membudayakan egaliter kesetaraan, kedaulatan partai dijaga, ini kan kelebihan poros Nasdem, PKS, dan Demokrat, kalau di PDIP ada terlalu menonjol di PDIP, budaya egaliternya belum menonjol kesetaran itu," tuturnya. 

Sementara itu, jika berkoalisi dengan Partai Gerindra, maka hal itu diprediksi akan menyulitkan Partai Demokrat. Sebab ketika Partai Demokrat sudah mantap berkoalisi dengan PKS maka akan ada masalah antara hubungan PKS dan Gerindra. 

Begitu juga jika Partai Demokrat berkoalisi dengan PDIP, maka Nasdem diprediksi tidak akan mau mengingat hubungan antara Megawati dan Surya Paloh yang tidak berjalan mulus.

"Tapi ketika kita bicara tiga nama ini nggak ada masalah Surya Paloh, kemudian Syaikhu, AHY nggak ada masalah," ucapnya.

Pangi mengatakan, koalisi yang dibangun ketiganya adalah koalisi yang berpikir untuk bisa memenangkan pemilu. Sebab PKS dan Demokrat sudah 10 tahun berpuasa menjadi partai penguasa.

"Karena 10 tahun lagi partai kalau puasa nggak kuat, jadi mereka membangun bangunan koalisi ini bukan hanya koalisi terbangun, kemudian sebagai peserta pemilu itu gampang, tapi bagi mereka bukan itu lagi, ini harus menang," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA