Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

PKS Kota Bandung Dorong Keterwakilan Pendidik di Pileg 2024

Rabu 25 May 2022 23:37 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ilham Tirta

Ilustrasi Caleg

Ilustrasi Caleg

Foto: Foto : MgRol112
Legislator berlatar pendidik diharapkan bisa menyuarakan aspirasi guru.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung mendorong keterwakilan pendidik pada pemilihan legislatif (pileg) tahun 2024, mendatang. Keberadaan calon legislatif yang memiliki latar belakang pendidik diharapkan dapat menyuarakan aspirasi dan kesejahteraan guru.

Ketua DPD PKS Kota Bandung, Khairullah mengatakan, kader-kader PKS banyak yang  memiliki latar belakang pendidik dan beberapa orang di antaranya menjadi anggota dewan. Dengan keberadaan anggota DPRD yang berlatar pendidik, maka pihaknya fokus dalam mengupayakan kesejahteraan para guru.

Baca Juga

"Di setiap daerah pemilihan (dapil) setidaknya dua orang kader PKS adalah guru praktisi atau pernah sekolah pendidikan," ujarnya, Rabu (25/5/2022). Pihaknya juga fokus kepada permasalahan yang menimpa para pendidik atau guru.

Pada pileg 2024 nanti, ia menargetkan kursi yang dapat diperoleh, yaitu dua kali lipat dari yang ada saat ini. Diketahui, saat ini anggota DPRD Kota Bandung mayoritas berasal dari PKS. Selain itu pihaknya menargetkan pemilihan kepala daerah Kota Bandung dapat dimenangkan.

Koordinator gerakan pilih guru (GFG), Iwan Hermawan mengatakan, gerakan pilih guru mendorong agar pendidik dapat menempati posisi strategis di pemerintahan. Sehingga diharapkan kebijakan yang dikeluarkan dapat memperhatikan nasib guru.

"Gerakan ini mendorong guru di Kota Bandung (maju) menjadi anggota legislatif," ujarnya.

Ia juga berharap partai-partai yang akan mengusung caleg memperhatikan latar belakang sebagai pendidik. Latar belakang gerakan yang diusung karena melihat kondisi guru di Kota Bandung yang belum memadai dan masih didominasi oleh guru honorer dan pegawai dengan perjanjian kerja.

Guru di Kota Bandung kurang lebih mencapai 35 ribu orang. Saat ini, kondisi guru honorer banyak yang mendapatkan gaji tidak memadai. Dengan banyaknya caleg yang maju dengan berlatar belakang pendidik, maka diharapkan dapat mengupayakan kesejahteraan guru.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA