Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Respons Banyaknya Dukungan, Stafsus: Erick Thohir Kerja, Enggak Kampanye

Kamis 19 May 2022 04:35 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Dwi Murdaningsih

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan pembekalan peserta rekrutmen bersama BUMN 2022 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan pembekalan peserta rekrutmen bersama BUMN 2022 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Foto: Dok. Kementerian BUMN
Erick Thohir banyak turun ke lapangan ketika mengurus BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sejumlah kritikan muncul terkait maraknya dukungan terhadap Menteri BUMN Erick Thohir untuk maju di Pilpres 2024. Hal itu terlihat dari baliho-baliho yang muncul sebagai dukungan yang membuat adanya sejumlah kritikan.

Namun menurut Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan, Erick Thohir tak pernah melakukan kampanye.
 
"Yang pasti Pak Erick itu enggak ada kampanye, kerja terus, ya kan kita kerja terus," katanya di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022).
 
Ia menerangkan, pihaknya banyak mengelola BUMN. BUMN-BUMN tersebut juga mengatasi persoalan-persoalan di masyarakat apalagi di tengah pandemi. Salah satunya, holding ultra mikro.
 
"Holding ultra mikro itu, kebayang enggak, sampai 2019 itu 5 juta doang, sekarang baru 2,5 tahun ada 8,7 juta lapangan pekerjaan baru dari PNM Mekaar. Ini kecepatannya tinggi kenapa, satu sisi terbentuk holding ultra mikro. Habis itu ke lapangan di bawahnya kencang, dan Pak Erick itu detil hampir tiap minggu ngecek mereka kerjanya," paparnya.
 
Menurutnya, hal tersebut membuat Erick Thohir banyak turun ke lapangan. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta para pembantunya agar tidak diam di kantor.
 
"Yang pasti transformasi BUMN juga berhasil sampai saat ini ya, karena berhasil jadi enggak perlu ditanyakan kinerjanya," ujarnya.
 
Soal baliho dan banyak kritik terhadap Erick, Arya tak ambil pusing. Ia lantas mengungkap, soal foto Erick yang disebut-sebut banyak beredar di ATM bank BUMN. Menurut Arya, hal ini tidak berpengaruh ke elektabilitas.
 
"Itu biarin aja lah. Foto-foto itu sudah lama di ATM, Emangnya bikin foto-foto bisa naikin elektabilitas? Banyak foto tidak menjamin elektabilitas," katanya.
 
"Toh ATM sudah lama kan, gitu-gitu aja. Sudah lama itu, udah lama banget, udah ada Akhlak, kecuali baru-baru dibikin. Ini enggak ada urusan," kata Arya.
 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA