Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Ini Pertimbangan Kemenhan Beli Alutsista dari Prancis

Kamis 17 Feb 2022 18:42 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Sekjen Kemenhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kemenhan untuk memutuskan membeli alutsista dari Prancis dibandingkan negara lain.(Foto: Jet tempur Dassault Rafale)

Sekjen Kemenhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kemenhan untuk memutuskan membeli alutsista dari Prancis dibandingkan negara lain.(Foto: Jet tempur Dassault Rafale)

Foto: EPA-EFE/HARISH TYAGI
Hubungan Indonesia-Prancis yang relatif tidak banyak mengalami pasang surut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana melakukan pengadaan alutsista berupa 42 unit pesawat tempur Dassault Rafale dan kapal selam Scorpene buatan Prancis. Sekjen Kemenhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kemenhan untuk memutuskan membeli alutsista dari Prancis dibandingkan negara lain.

Donny menyebut, terkait dengan sumber pengadaan alutsista, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif mengharuskan Indonesia untuk tidak mengikatkan diri secara apriori pada kekuatan dunia manapun. Dia mengatakan, politik bebas aktif ini tercermin pada kebijakan pengadaan alutsista saat ini yang tidak berasal dari satu negara atau satu blok saja. 

Baca Juga

Donny mengatakan, pertimbangan geopolitik dan geostrategi juga menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam pengadaan alutsista, selain pertimbangan faktor teknis. "Di tengah kesulitan untuk mendapatkan alutsista dari Rusia, Prancis merupakan salah satu sumber pengadaan alutsista yang layak untuk dipertimbangkan," kata Donny dalam webinar Pusat Studi Air Power Indonesia, Kamis (17/2/2022).

Selain itu, Donny mengungkapkan, hubungan Indonesia-Prancis yang relatif tidak banyak mengalami pasang surut juga menjadi faktor yang dipertimbangkan. Ia menuturkan, posisi tawar Prancis di kancah internasional dan politik luar negerinya yang relatif lebih netral dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Hal ini, kata dia, membuat Prancis menjadi satu pilihan sumber pengadaan alutsista bagi Indonesia. 

"Produk industri pertahanan Prancis juga memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan produk Amerika serikat dan negara Eropa lainnya. Bahkan kandungan lokal dalam negeri Prancis dalam alutsista produknya sangatlah tinggi," ungkap dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA