Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Sunday, 23 Rabiul Akhir 1443 / 28 November 2021

Pengamat: PAN akan Bermain di Ujung

Kamis 28 Oct 2021 01:25 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bayu Hermawan

Logo Partai Amanat Nasional (PAN)

Logo Partai Amanat Nasional (PAN)

Foto: Republika
Pengamat menilai wajar PAN mencari tokoh dari luar untuk diusung di Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai wajar jika Partai Amanat Nasional (PAN) melirik sejumlah nama dari luar untuk dijadikan Capres 2024. Sebab, PAN dinilai tidak punya tokoh yang kuat secara elektabilitas untuk diusung di Pilpres 2024.

"Wajar jika PAN berkeinginan untuk menggaet tokoh-tokoh di luar PAN. Karena di internal PAN sendiri tidak ada tokoh yang bisa dijadikan capres atau cawapres," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (27/10).

Baca Juga

Ujang melanjutkan, terkait siapa yang paling berpotensi untuk diusung PAN, dirinya menilai PAN masih menunggu. Ia memprediksi, PAN kemungkinan juga akan main di ujung, atau bermain menjelang pendaftaran di KPU. 

"Dan saya prediksi PAN akan dukung capres yang memiliki elektabilitas tinggi dan yang potensi menangnya tinggi," ujarnya.

Ujang menambahkan saat ini PAN hanya masih melihat para tokoh mana yang cocok untuk didukung olehnya. PAN memiliki strategi sendiri. "Saat ini kan masih olah-olah dan gocek-gocek saja. Belum tendang bola ke tiang gawang," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Politikus PAN Guspardi Gaus mengatakan workshop yang digelar PAN 3-5 Oktober 2021 lalu merupakan salah satu upaya PAN mencari calon pemimpin yang akan datang. Diketahui dalam workshop itu dihadiri sejumlah tokoh antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri BUMN Erick Thohir. 

"PAN memang mencari figur-figur yang diinginkan oleh masyarakat. Oleh karena itu kita terbuka ruang untuk mengakomodir. Tentu ini bagian dari silaturahmi memperkenalkan kepada kader apakah kader menatap orang-orang yang ditampilkan acara yang dilakukan di Bali itu," jelasnya.

Guspardi mengatakan, PAN tidak harus  mengusung kadernya untuk dicalonkan dalam Pilpres 2024. Namun PAN membuka ruang diskusi sebagai upaya  pencerdasan kepada masyarakat.

"PAN tidak harus kadernya yang akan kita calonkan, tetapi membuka ruang, inilah bagian daripada pencerdasan kepada masyarakat untuk memberikan wawasan bahwa kepemimpinan ke depan ini betul-betul diperhatikan oleh petinggi partai kami sehingga di samping kadar partai yang di internal  juga memberikan ruang kepada masyarakat di mana ini bagian daripada aspirasi yang kami tangkap," katanya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA