Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Polemik Internal PDIP Soal Capres, Begini Respons Gibran 

Sabtu 16 Oct 2021 01:45 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Gibran Rakabuming Raka,  enggan menanggapi polemik internal PDIP soal capres

Gibran Rakabuming Raka, enggan menanggapi polemik internal PDIP soal capres

Foto: Dok Pemkot Surakarta.
Gibran enggan menanggapi polemik internal PDIP soal capres

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO— Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi polemik internal yang terjadi dalam tubuh PDI Perjuangan terkait isu calon presiden (capres) yang sedianya terlaksana pada 2024 mendatang.

Mengenai pertemuannya dengan Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Gibran mengatakan pertemuan tersebut tidak membahas mengenai politik. "Hanya makan siang, terus pulang," katanya di Solo, Jumat (15/10). 

Baca Juga

Mengenai agenda selanjutnya terkait pertemuan tersebut, pihaknya akan menunggu Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). "Biar yang 'ngatur' pak Ketua Apeksi saja, saya menunggu perintah," katanya.

Disinggung mengenai polemik banteng versus celeng yang dilontarkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto, dia tidak ingin menanggapi. "Saya 'nggak' ikut-ikutan masalah kayak gitu. (Kemarin) membahas hal-hal produktif saja," katanya.

Sementara itu, mengenai kunjungannya ke Semarang, Gibran ikut mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya bertemu Ganjar karena kebetulan sedang menghadiri acara yang digelar oleh perkumpulan dokter.

Sedangkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi justru berhalangan dan tidak bisa mendampingi Bima Arya karena sedang berada di Yogyakarta.

Sebelumnya, istilah banteng versus celeng mencuat setelah deklarasi dukungan kelompok relawan Seknas Ganjar Indonesia (SGI) kepada Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. 

Terkait hal itu, saat kunjungannya ke Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu lalu, Bambang Wuryanto menyebut kader yang ikut pada deklarasi pencapresan tersebut ibarat banteng yang keluar barisan sehingga bisa disebut celeng atau babi hutan.  

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA