Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Andi Arief Sindir Moeldoko Dekat dengan Dunia Usaha

Selasa 09 Mar 2021 10:25 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Foto: ANTARA FOTO/Endi Ahmad
Andi lihat upaya kudeta Demokrat paling dipengaruhi oleh Moeldoko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief menyindir kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, yang dianggap dekat dengan dunia usaha. Kondisi ini membuat Moeldoko punya cukup modal untuk mencoba merebut kursi kepemimpinan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumut pada akhir pekan lalu.

Andi pertama menyebutkan Edy Sudrajat, Sutiyoso, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, Haris Sudarno, Luhut Binsar Pandjaitan dan Hendropriyono sebagai jenderal yang menyaksikan peralihan masa Orba ke saat ini. Ia menilai ada ideologisasi TNI yang dominan nasionalis dan keinginan kuat keluar dari kanalisasi wadah hingga melahirkan partai yang dibangun sendiri.

"Di antara para jenderal ini miliki pemahaman dan kesimpulan berbeda tentang masa depan Indonesia," tulis Andi di akun Twitter barunya yang dikutip Republika pada Selasa (9/3).

Andi menilai Moeldoko merupakan figur TNI yang tidak begitu tertarik dengan ideologisasi dalam TNI. "Posisinya selalu beruntung dalam TNI dan KSP, membuat beruntung dalam penumpukan kapital karena membangun koneksi dengan dunia bisnis cukup baik," singgung Andi.

Andi menilai pengalaman Moeldoko sebagai Panglima TNI dan KSP malah menimbulkan hasrat berkuasa. Sebab Moeldoko sudah kian dekat dengan kekuasaan. Jalan menuju kekuasaan, menurut Andi dipilih Moeldoko lewat politik transaksional.

"Namun kedekatan dengan dunia kapital melahirkan paradigma bahwa kendaraan dan jalan politik bisa didapat dengan traksaksional dan senyap meski sempat ketauan," tulis Andi.

Andi juga menyoroti upaya kudeta Demokrat sejatinya bukan didalangi para mantan kader seperti Marzuki Ali, Jhony Alen dan Darmijal. Moeldoko dianggap sosok paling berpengaruh dalam isu itu karena punya kekuatan dan modal.

"Tak heran kalau take over partai Demokrat dan isu tak sedap membeli pemilik suara Demokrat hitung-hitungannya transaksional gunakan struktur pengaruh karena mantan anak buahnya cukup banyak," tulis Andi.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA