Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Mahfud: Kapal Cina Sudah Keluar dari Natuna

Kamis 09 Jan 2020 14:06 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Kapal-kapal Cina itu sudah berada di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, kapal nelayan maupun coast guard Cina sudah keluar dari perairan Natuna. Kapal-kapal Cina itu sudah berada di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Jadi sekarang untuk Natuna itu di area yang kemarin diributkan sudah tidak ada lagi coast guard Cina maupun nelayan-nelayan Cina, sudah keluar," ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia tak akan ribut-ribut lagi soal pelanggaran hak berdaulat. Hal itu terlihat dari kapal-kapal Cina yang tidak menghidupkan alat radar automatic identification system (AIS) dan diketahui berada di luar zona Indonesia.

Baca Juga

Mahfud meminta masyarakat tak ribut-ribut lagi mengenai polemik Natuna antara Indonesia dan China. Pemerintah Indonesia akan mengisi Natuna dengan kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan secara proporsional daripada mengosongkan laut yang kaya hasil laut.

"Oleh sebab itu kita enggak usah ribut-ribut lagi, kita isi Natuna itu dengan kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan secara lebih proporsional daripada kosong," kata Mahfud.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA